Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mahasiswa Tuntut Pemerintah Tuntaskan Karhutla dan Lindungi Hak Rakyat

Aliansi mahasiswa dari berbagai kampus menggelar aksi di Tugu Tani, Jakarta, menyampaikan lima tuntutan terkait kebakaran hutan dan lahan serta perlindungan hak-hak rakyat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
Mahasiswa Tuntut Pemerintah Tuntaskan Karhutla dan Lindungi Hak Rakyat📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026). Mereka menyerukan kepedulian terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus terjadi di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Aksi yang berlangsung dengan tertib ini menampilkan spanduk, poster, dan pamflet yang berisi seruan untuk segera menangani akar masalah kebakaran serta memperkuat perlindungan terhadap masyarakat adat dan petani kecil.

Kegiatan tersebut dikomandoi oleh Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar), yang menggabungkan elemen dari berbagai organisasi mahasiswa. Wakil Ketua BEM UI 2026, Fathimah Azzahra, menyampaikan bahwa aksi ini bukan hanya bentuk protes, tetapi juga upaya menyuarakan keberpihakan terhadap keadilan lingkungan dan sosial. Ia menegaskan bahwa mahasiswa hadir sebagai pengawas dan pelapor terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak responsif terhadap bencana yang merusak ekosistem dan menimbulkan dampak sosial ekonomi besar.

Dalam aksi tersebut, para demonstran menyampaikan lima tuntutan utama, meliputi penghentian izin pembukaan lahan secara sembarangan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan, penguatan kemitraan dengan masyarakat adat dalam pengelolaan hutan, peningkatan anggaran penanggulangan karhutla, serta transparansi dalam pelaporan kebijakan lingkungan. Seluruh tuntutan ditujukan untuk memastikan keberlanjutan ekosistem dan perlindungan hak-hak dasar rakyat.

Kepolisian setempat melakukan pengamanan menyeluruh di sekitar lokasi untuk menjaga ketertiban dan memastikan aksi berjalan secara damai. Tidak terjadi bentrokan atau pelanggaran hukum selama kegiatan. Aksi ini menunjukkan keterlibatan aktif kalangan akademik dalam menyuarakan isu lingkungan strategis, dengan harapan agar tuntutan tersebut dapat menjadi dasar kebijakan yang lebih responsif dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya