Mahasiswa Tuntut Pemerintah Tuntaskan Karhutla dan Lindungi Hak Rakyat
Aliansi mahasiswa dari berbagai kampus menggelar aksi di Tugu Tani, Jakarta, menyampaikan lima tuntutan terkait kebakaran hutan dan lahan serta perlindungan hak-hak rakyat.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026). Mereka menyerukan kepedulian terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus terjadi di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Aksi yang berlangsung dengan tertib ini menampilkan spanduk, poster, dan pamflet yang berisi seruan untuk segera menangani akar masalah kebakaran serta memperkuat perlindungan terhadap masyarakat adat dan petani kecil.
Kegiatan tersebut dikomandoi oleh Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar), yang menggabungkan elemen dari berbagai organisasi mahasiswa. Wakil Ketua BEM UI 2026, Fathimah Azzahra, menyampaikan bahwa aksi ini bukan hanya bentuk protes, tetapi juga upaya menyuarakan keberpihakan terhadap keadilan lingkungan dan sosial. Ia menegaskan bahwa mahasiswa hadir sebagai pengawas dan pelapor terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak responsif terhadap bencana yang merusak ekosistem dan menimbulkan dampak sosial ekonomi besar.
Dalam aksi tersebut, para demonstran menyampaikan lima tuntutan utama, meliputi penghentian izin pembukaan lahan secara sembarangan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan, penguatan kemitraan dengan masyarakat adat dalam pengelolaan hutan, peningkatan anggaran penanggulangan karhutla, serta transparansi dalam pelaporan kebijakan lingkungan. Seluruh tuntutan ditujukan untuk memastikan keberlanjutan ekosistem dan perlindungan hak-hak dasar rakyat.
Kepolisian setempat melakukan pengamanan menyeluruh di sekitar lokasi untuk menjaga ketertiban dan memastikan aksi berjalan secara damai. Tidak terjadi bentrokan atau pelanggaran hukum selama kegiatan. Aksi ini menunjukkan keterlibatan aktif kalangan akademik dalam menyuarakan isu lingkungan strategis, dengan harapan agar tuntutan tersebut dapat menjadi dasar kebijakan yang lebih responsif dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

