Mahasiswa UNEJ Ungkap Pola Begal Lewat Analisis Tata Ruang
Riset mahasiswa UNEJ mengungkap lima koridor rawan begal di Lumajang melalui pendekatan spasial dan desain lingkungan, yang berhasil lolos pendanaan nasional.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 12.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Tim mahasiswa Universitas Jember berhasil mengungkap pola kejahatan jalanan di Lumajang dengan pendekatan inovatif berbasis analisis spasial dan tata kota. Alih-alih menilai begal sebagai murni persoalan ekonomi atau kriminalitas biasa, mereka meneliti faktor lingkungan fisik yang memengaruhi keamanan ruang publik. Pendekatan ini menghasilkan temuan bahwa lokasi kejahatan tidak selalu berada di area terpencil, melainkan di ruas jalan yang memiliki akses tinggi namun minim alternatif jalur.
Melalui metode Space Syntax dan prinsip CPTED (Crime Prevention Through Environmental Design), tim mengidentifikasi lima koridor utama yang kerap menjadi lokasi pembegalan. Keberadaan jalan-jalan tersebut ternyata memiliki integrasi tinggi dalam jaringan transportasi, sehingga ramai dikunjungi. Namun, rendahnya konektivitas alternatif menciptakan titik lemah—ruang yang sulit diawasi dan mudah dimanfaatkan untuk tindak kejahatan. Temuan ini menunjukkan bahwa desain ruang publik berperan besar dalam memengaruhi tingkat keamanan suatu wilayah.
Kelima mahasiswa yang terlibat berasal dari program studi Perencanaan Wilayah dan Kota serta Ilmu Hukum. Mereka menerapkan penelitian berbasis data lapangan, observasi langsung, dan peta analisis spasial untuk memetakan area rawan. Dengan menggabungkan ilmu perencanaan kota dan hukum, mereka mampu mengusulkan solusi desain yang tidak hanya menekan angka kejahatan, tetapi juga memperbaiki kualitas ruang publik secara menyeluruh.
Hasil riset ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbetik, menandai keberhasilan inovasi mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan sosial melalui pendekatan multidisiplin. Dengan pendekatan yang terukur dan berbasis bukti, tim berharap temuan ini dapat menjadi dasar kebijakan perencanaan kota yang lebih aman dan inklusif di daerah lain.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Dua pengendara mobil listrik terlibat baku hantam di SPKLU Samanea, Tangerang, setelah salah satu pihak menolak prosedur antrean digital dan mengklaim telah datang lebih dahulu.
8 September 2026

OJK Perkuat Pengawasan Asuransi Ilegal, Dorong Ekosistem Keuangan Syariah
OJK menegaskan penegakan hukum di sektor asuransi ilegal dan percepatan transformasi keuangan syariah melalui pemisahan unit, ekosistem daerah, serta program edukasi nasional hingga Agustus 2026.
8 September 2026

Pertamina Perketat Pengawasan BBM Subsidi di Sumbar
Tim gabungan lakukan sidak ke SPBU di Padang untuk pastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dan sesuai aturan.
8 September 2026

Kasus Kim Soo-hyun dengan Kim Sae-ron Berakhir Tanpa Tuntutan
Penyelidikan terhadap Kim Soo-hyun terkait dugaan hubungan dengan Kim Sae-ron saat masih di bawah umur resmi berakhir tanpa tindak lanjut hukum.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


