Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mahasiswa UNEJ Ungkap Pola Begal Lewat Analisis Tata Ruang

Riset mahasiswa UNEJ mengungkap lima koridor rawan begal di Lumajang melalui pendekatan spasial dan desain lingkungan, yang berhasil lolos pendanaan nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 12.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Mahasiswa UNEJ Ungkap Pola Begal Lewat Analisis Tata Ruang
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Tim mahasiswa Universitas Jember berhasil mengungkap pola kejahatan jalanan di Lumajang dengan pendekatan inovatif berbasis analisis spasial dan tata kota. Alih-alih menilai begal sebagai murni persoalan ekonomi atau kriminalitas biasa, mereka meneliti faktor lingkungan fisik yang memengaruhi keamanan ruang publik. Pendekatan ini menghasilkan temuan bahwa lokasi kejahatan tidak selalu berada di area terpencil, melainkan di ruas jalan yang memiliki akses tinggi namun minim alternatif jalur.

Melalui metode Space Syntax dan prinsip CPTED (Crime Prevention Through Environmental Design), tim mengidentifikasi lima koridor utama yang kerap menjadi lokasi pembegalan. Keberadaan jalan-jalan tersebut ternyata memiliki integrasi tinggi dalam jaringan transportasi, sehingga ramai dikunjungi. Namun, rendahnya konektivitas alternatif menciptakan titik lemah—ruang yang sulit diawasi dan mudah dimanfaatkan untuk tindak kejahatan. Temuan ini menunjukkan bahwa desain ruang publik berperan besar dalam memengaruhi tingkat keamanan suatu wilayah.

Kelima mahasiswa yang terlibat berasal dari program studi Perencanaan Wilayah dan Kota serta Ilmu Hukum. Mereka menerapkan penelitian berbasis data lapangan, observasi langsung, dan peta analisis spasial untuk memetakan area rawan. Dengan menggabungkan ilmu perencanaan kota dan hukum, mereka mampu mengusulkan solusi desain yang tidak hanya menekan angka kejahatan, tetapi juga memperbaiki kualitas ruang publik secara menyeluruh.

Hasil riset ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbetik, menandai keberhasilan inovasi mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan sosial melalui pendekatan multidisiplin. Dengan pendekatan yang terukur dan berbasis bukti, tim berharap temuan ini dapat menjadi dasar kebijakan perencanaan kota yang lebih aman dan inklusif di daerah lain.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya