Mahasiswa Yogyakarta Aksi Damai Berujung Kericuhan
Aksi demonstrasi mahasiswa di Yogyakarta berlangsung ricuh setelah muncul kelompok masyarakat yang meminta bubar, menyebabkan enam peserta terluka dan memicu kritik terhadap penanganan aparat.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 11.52 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Aksi unjuk rasa mahasiswa di Simpang Empat Gramedia, Yogyakarta, yang diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai kampus, berlangsung pada sore hari dengan tujuan menyampaikan aspirasi terkait kebijakan pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis, koperasi desa, penanganan bencana, serta tuntutan pengusutan kematian Bambang Setiawan pada 27 Agustus 2026. Seluruh kegiatan berjalan secara tertib, tanpa senjata tajam atau alat berbahaya, dan dilengkapi dengan orasi serta aksi teatrikal yang menarik perhatian warga sekitar.
Namun, sekitar pukul 19.00 WIB, muncul kelompok yang mengaku sebagai Forum Jogja Damai. Mereka menuntut penghentian aksi karena dianggap mengganggu aktivitas ekonomi dan lalu lintas, serta melanggar batas waktu yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Kapolri. Permintaan bubar itu disertai provokasi yang memicu ketegangan, meskipun awalnya massa aksi tetap menjaga kedamaian. Polisi yang berjaga di lokasi dikritik karena tidak mencegah eskalasi sejak dini.
Kerusuhan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB ketika kelompok masyarakat kembali menekan massa aksi. Setelah melalui proses mediasi, kedua belah pihak menyetujui kesepakatan untuk membubarkan diri secara bersamaan. Namun, saat massa bergerak mundur ke arah Bundaran UGM, terjadi penyerangan tiba-tiba oleh kelompok tersebut. Pelemparan batu, botol, dan semprotan merica terjadi, menyebabkan sejumlah mahasiswa terluka. Salah satu peserta bahkan diseret saat terjatuh.
Enam mahasiswa dari UGM dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) harus dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan akibat cedera. Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Arie Sujito, menegaskan bahwa mahasiswa berhak menyuarakan pendapat secara damai dan tidak seharusnya dibenturkan dengan kelompok masyarakat. Ia menyoroti kegagalan aparat dalam mencegah konflik dan menekankan pentingnya menjaga ruang demokrasi tanpa intervensi tidak sah.
Sosiolog politik menyebut praktik kelompok masyarakat yang mengatasnamakan keamanan untuk membubarkan aksi merupakan pola yang berulang sejak masa Orde Baru, di mana otoritas tidak sah justru diizinkan mengintervensi ruang publik. Kekerasan yang terjadi menunjukkan adanya celah dalam penegakan hukum dan perlindungan terhadap hak asasi demonstran.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Ekonomi, Pemerintah Diminta Segera Respons
Erupsi Anak Krakatau picu gangguan transportasi hingga 2.961 penerbangan dibatalkan, berdampak pada pariwisata, logistik, dan pendapatan masyarakat, perlu respons terkoordinasi dari pemerintah.
9 September 2026

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


