Malaysia Siapkan Memorandum ke RI Soal Kabut Asap Berkepanjangan
Komite Khusus Parlemen Malaysia akan serahkan memorandum ke Kedubes RI terkait dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 21.04 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 59x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Komite Khusus Parlemen Bidang Kesehatan Malaysia mempersiapkan pengiriman memorandum resmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia sebagai respons terhadap kabut asap yang terus melanda wilayah negara tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Kabut yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatra dan Kalimantan dinilai telah menimbulkan dampak luas, mencakup kesehatan masyarakat, keselamatan warga, stabilitas ekonomi, serta hubungan diplomatik antarnegara.
Dalam sidang anggaran tahun 2027, Ketua Komite, Suhaizan Kayat, menyatakan bahwa pengiriman dokumen tersebut akan dilakukan pagi hari setelah sidang. Ia menekankan bahwa kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, mengingat tingkat polusi yang mencapai level berbahaya dan berdampak langsung terhadap kualitas udara di kota-kota utama seperti Kuala Lumpur.
Anggota komite lain, Khoo Poay Tiong, menyoroti adanya indikasi keterlibatan perusahaan asing, termasuk anak perusahaan perusahaan perkebunan Malaysia yang beroperasi di Indonesia. Ia menyebut laporan Greenpeace yang mengidentifikasi 20 entitas yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan, dengan sebagian besar berbasis di Indonesia. Menurut Khoo, klaim pemerintah Malaysia yang menyatakan belum memiliki informasi keterlibatan perusahaan lokal tidak sesuai dengan bukti yang ada.
Ia meminta pemerintah mengambil tindakan tegas, termasuk meniru langkah Singapura yang telah merilis daftar 10 perusahaan terkait karhutla dan mengirim surat peringatan untuk meminta klarifikasi serta komitmen pencegahan kebakaran. Ia menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi ketidakpedulian, mengingat kondisi seperti "KL Cannot See" sudah menjadi kenyataan akibat kabut asap yang tebal.
Hingga saat ini, pihak Kementerian Luar Negeri RI belum memberikan respons terhadap pernyataan resmi dari komite parlemen Malaysia. Namun, situasi ini menunjukkan meningkatnya tekanan diplomatik terhadap Indonesia dalam menangani isu lingkungan lintas batas yang berdampak serius bagi negara tetangga.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

