Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Marshel Widianto Ramaikan Festival Keuangan Lampung 2026

Komika Marshel Widianto akan tampil di Festival Keuangan Lampung 2026, menggabungkan hiburan dan edukasi keuangan, serta memberikan bantuan biaya kos bagi mahasiswa yang menunggak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 20.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Marshel Widianto Ramaikan Festival Keuangan Lampung 2026
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Komika Marshel Widianto siap menjadi sorotan utama dalam penyelenggaraan LPS Financial Festival 2026 di Lampung, yang berlangsung pada 5–6 September mendatang. Ia tidak hanya tampil sebagai pembawa acara hiburan lewat stand up comedy, tetapi juga turut menyampaikan pengalaman pribadinya terkait pengelolaan keuangan pribadi. Kehadirannya diharapkan mampu menyampaikan pesan penting tentang literasi keuangan secara menarik dan mudah dipahami.

Dalam kesempatan tersebut, Marshel akan memberikan bantuan finansial kepada dua peserta yang mengaku menunggak biaya kos selama empat bulan dan dua bulan, masing-masing sebagai bentuk dukungan terhadap mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi. Bantuan ini menjadi bagian dari program edukasi yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Festival yang diselenggarakan di Novotel Lampung ini menyuguhkan beragam program berbobot, termasuk sesi inspiratif bersama Chairul Tanjung dalam diskusi bertajuk "Dari Uang Pertama hingga Financial Freedom" yang akan digelar pada Sabtu, 5 September pukul 17.00–18.00 WIB. Selain itu, acara juga menampilkan penampilan musik dari Setia Band dengan vokalis Charly van Houten pada hari pertama, serta King Nassar sebagai penampil penutup pada hari kedua, menambah nuansa hiburan yang menyeluruh.

LPS menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat. Dengan mempertimbangkan masih adanya sekitar 15 juta penduduk usia produktif yang belum memiliki rekening bank, festival ini dirancang sebagai platform edukasi yang inklusif, menyelenggarakan diskusi bisnis, kelas edukatif, serta berbagai aktivitas interaktif lainnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya