Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Masker Kain Tidak Cukup Lindungi dari Abu Vulkanik

Penggunaan masker kain dinilai tidak efektif melindungi pernapasan dari partikel abu vulkanik, meski lebih baik daripada tidak menggunakan pelindung sama sekali.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Masker Kain Tidak Cukup Lindungi dari Abu Vulkanik
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Erupsi Gunung Anak Krakatau telah memicu penyebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah, terutama di Jawa Barat dan Sumatra Selatan, yang berpotensi menurunkan kualitas udara. Paparan abu yang terbawa angin dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan memperparah kondisi medis seperti asma, terutama pada kelompok rentan. Dalam situasi ini, masyarakat dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruangan untuk menghindari risiko paparan langsung.

Meskipun banyak warga beralih ke masker kain sebagai perlindungan, sejumlah panduan ilmiah menegaskan bahwa bahan kain seperti kaus, bandana, atau buff tidak cukup efektif menyaring partikel mikroskopis dari abu vulkanik. Kekurangan utama masker kain terletak pada celah yang besar dan ketidakmampuannya menutup wajah secara rapat, sehingga partikel dapat masuk melalui sela-sela. Bahkan, membasahi kain tidak meningkatkan daya penyaringan secara signifikan.

Sebagai alternatif yang lebih ampuh, dianjurkan penggunaan masker dengan sertifikasi industri seperti N95, KN95, FFP2, atau P2. Masker jenis ini dirancang untuk menyaring minimal 95 persen partikel udara mikro dan menutup wajah secara rapat, meminimalkan kebocoran udara. Organisasi kesehatan dunia dan lembaga seperti CDC merekomendasikan masker tersebut bagi mereka yang harus beraktivitas di luar ruangan atau melakukan pembersihan abu vulkanik di lingkungan rumah.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun masker kain lebih baik daripada tidak menggunakan pelindung sama sekali, ia tidak boleh dianggap sebagai solusi utama dalam paparan abu vulkanik. Penggunaan yang benar—termasuk penutupan rapat di area hidung, mulut, dan dagu—harus dipastikan agar perlindungan maksimal tercapai. Tindakan pencegahan seperti menghindari aktivitas di luar ruangan dan memperhatikan kondisi kesehatan pernapasan menjadi kunci utama dalam menghadapi kondisi ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya