Masyarakat Diminta Bantu Ungkap Kematian Bambang di Pejompongan
Pakar hukum mendesak masyarakat aktif membantu penyidik dengan melaporkan informasi terkait kematian Bambang Setiawan pasca-kerusuhan di Pejompongan, 27 Agustus 2026.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 13.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kasus kematian Bambang Setiawan yang terjadi saat kerusuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 27 Agustus 2026, berpotensi segera terungkap jika masyarakat turut serta dalam proses penyelidikan. Pemerhati Hukum Pidana dari Universitas Bhayangkara Jakarta, Edi Saputra Hasibuan, menegaskan bahwa peran masyarakat sangat krusial dalam mengungkap fakta-fakta di balik peristiwa tersebut. Ia menilai bahwa dukungan dari warga, bahkan dalam bentuk informasi kecil, dapat menjadi kunci dalam penyelidikan.
Hasibuan menyampaikan bahwa kepolisian telah mengumpulkan data dan menyebarkan sketsa wajah dua tersangka yang diduga terlibat dalam pengeroyokan yang menyebabkan kematian korban. Dengan adanya gambaran fisik pelaku, ia mengimbau semua pihak yang memiliki informasi, meski terkesan sepele, untuk segera melapor ke pihak berwajib. Menurutnya, setiap petunjuk dapat menjadi titik terang dalam proses hukum.
Ia menekankan bahwa pengungkapan kasus bukan tanggung jawab semata pihak kepolisian, melainkan juga kewajiban bersama. Masyarakat, sebagai saksi sosial, memiliki kontribusi nyata dalam menjaga keadilan dan menuntaskan tanda tanya yang masih menggantung setelah peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada kematian yang berakhir tanpa kejelasan.
Edi menyeru agar seluruh warga yang menyaksikan peristiwa, melihat aktivitas mencurigakan, atau memiliki rekaman, foto, atau data lain yang relevan untuk segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian. Ia meyakini bahwa kolaborasi antara aparat dan masyarakat akan mempercepat proses penyelidikan dan menegakkan keadilan bagi korban.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


