Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Menembus Jalur Terjal, Mantri BRI Dorong Ekonomi Desa Garut Selatan

Angga Sumitra, Mantri BRI Unit Banjarwangi, terus mendampingi petani dan UMKM di wilayah pegunungan Garut Selatan melalui layanan langsung dan edukasi keuangan berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 17.59 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 66x dibuka
Menembus Jalur Terjal, Mantri BRI Dorong Ekonomi Desa Garut Selatan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Di tengah medan pegunungan yang sulit diakses, Angga Sumitra, Mantri BRI Unit Banjarwangi, menjalankan tugasnya dengan semangat tinggi sejak 2020. Ia rutin menempuh perjalanan berat melintasi jalan berkelok dan licin untuk menjangkau warga di Desa Talagasari, Padahurip, Wangunjaya, dan Tanjungjaya. Setiap kunjungan dilakukan dengan persiapan ekstra, mulai dari sepatu bot hingga memilih rute aman, terutama saat musim hujan. Kehadirannya tak sekadar untuk menyalurkan kredit, tetapi sebagai bentuk pendampingan langsung terhadap kebutuhan ekonomi masyarakat pedesaan.

Kesulitan akses geografis tidak mengurangi semangat Angga dalam membangun inklusi keuangan. Ia aktif mengedukasi petani dan pengusaha mikro tentang manfaat perbankan formal, termasuk manfaat Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang membantu mereka mengembangkan usaha tanpa harus menggadaikan tanah. Salah satu kisah nyata adalah seorang petani yang sebelumnya terjebak dalam siklus pinjaman liar dan gadai tanah. Setelah mendapat pendampingan dan fasilitasi dari Angga, usahanya berkembang, lahan garapan bertambah, dan ketergantungan terhadap praktik eksploitatif berkurang secara signifikan.

Tidak hanya menyalurkan pembiayaan, Angga juga mendorong transformasi digital dengan memperkenalkan BRILink Agen dan aplikasi BRImo. Ia menyadari bahwa akses internet terbatas, sehingga pendekatan edukasi dilakukan secara tatap muka dan berulang. Warga yang awalnya enggan menggunakan layanan digital kini mulai memahami manfaat transaksi tanpa uang tunai, termasuk dalam berbelanja dan menabung. Perubahan ini terasa nyata—dari penjual bakso yang kini pakai motor, hingga rumah panggung yang berubah menjadi permanen karena pendapatan yang meningkat.

Kehadiran Angga di tengah masyarakat bukan sekadar layanan perbankan, melainkan bentuk kehadiran yang penuh empati. Ia kerap disapa oleh warga di sepanjang jalan, dianggap seperti tokoh lokal yang dipercaya. Senyum dan sapaan hangat dari warga menjadi motivasi tersendiri baginya. “Melihat usaha nasabah tumbuh dan berkembang, itulah kebanggaan terbesar saya,” ujar Angga, yang menilai bahwa peran Mantri BRI bukan hanya soal angka, tetapi juga transformasi sosial ekonomi berkelanjutan.

Pihak BRI menegaskan bahwa dedikasi petugas di daerah terpencil seperti ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mewujudkan inklusi keuangan nasional. Keberhasilan Angga dalam mendampingi masyarakat bukan hanya soal pencapaian kredit, tetapi juga penguatan kapasitas ekonomi lokal. Dengan pendekatan humanis dan konsistensi, BRI terus memastikan bahwa layanan keuangan tidak hanya tersedia, tetapi juga dirasakan dan dimengerti oleh setiap lapisan masyarakat, bahkan di wilayah paling terpencil.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya