Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Menkeu Soroti Resiliensi Ekonomi di Rapat Terbatas

Rapat terbatas antara Menkeu, pimpinan DPR, BI, OJK, dan Danantara bahas kondisi ekonomi nasional yang tetap kuat di tengah tekanan global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 17.31 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
Menkeu Soroti Resiliensi Ekonomi di Rapat Terbatas📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan hasil rapat terbatas pagi hari ini dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, yang turut dihadiri perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta Danantara Indonesia. Pertemuan digelar untuk mengevaluasi perkembangan ekonomi nasional secara menyeluruh, dengan fokus pada stabilitas makroekonomi dan respons terhadap dinamika sektor keuangan.

Suahasil menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester pertama tahun 2026 mencapai 5,45% secara kumulatif, menunjukkan ketahanan yang solid meski menghadapi tekanan eksternal. Inflasi pada bulan Agustus 2026 berada pada level 3,19%, yang dinyatakan masih dalam kisaran kondusif. Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi saat ini memungkinkan pemerintah untuk menjalankan kebijakan dengan pendekatan yang lebih stabil dan terukur.

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Nusantara III, kompleks parlemen, juga membahas berbagai isu krusial di sektor keuangan, termasuk peran institusi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Selain Menkeu, hadir dalam rapat antara lain Mensesneg Prasetyo Hadi, Gubernur BI Destry Damayanti, COO BPI Danantara Dony Oskaria, serta Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.

Dalam unggahannya, Dasco menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam menjaga kesehatan ekonomi nasional. Ia menyebut bahwa rapat ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mengantisipasi tantangan dan memperkuat kerangka kebijakan yang sinergis. Penyampaian ini menegaskan komitmen bersama terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya