Mentan Amran Raih Skor Tertinggi dalam Evaluasi Kinerja Kabinet
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meraih skor tertinggi 91 dalam penilaian kinerja kabinet, menunjukkan efektivitas kebijakan sektor pertanian berbasis data dan hasil nyata.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 07.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berhasil meraih skor tertinggi 91 dalam evaluasi kinerja kabinet yang dilakukan oleh lembaga riset kebijakan publik, menempatkannya sebagai pemimpin kementerian dengan pencapaian terbaik di antara sepuluh menteri yang dinilai. Skor ini mengungguli rekan-rekannya, termasuk Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani yang mendapat 89, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan 87, serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin masing-masing meraih 86 dan 85. Penilaian ini tidak didasarkan pada tingkat eksposur media atau popularitas, melainkan pada realisasi konkret kebijakan yang dapat diukur dan diverifikasi secara objektif.
Evaluasi dilakukan melalui pendekatan *Evidence-Based Government Performance Evaluation* dengan metode *Multi-Criteria Decision Analysis* (MCDA), yang menekankan pada bukti empiris daripada persepsi publik. Menurut pendiri dan peneliti senior lembaga tersebut, Denny Charter, kinerja seorang menteri tidak bisa diukur dari jumlah berita yang muncul di media, melainkan dari sejauh mana kebijakan yang diterapkan menghasilkan dampak nyata. Ia menegaskan bahwa popularitas dan kinerja adalah dua hal yang berbeda, dan perlu dipisahkan dalam penilaian kinerja pemerintahan.
Penilaian mencakup enam dimensi utama dengan bobot berbeda: *Policy Output* (20 persen), *Policy Outcome* (25 persen), *Implementation Effectiveness* (20 persen), *Public and Economic Impact* (15 persen), *Policy Innovation* (10 persen), serta *Intergovernmental Coordination* (10 persen). Dimensi *Policy Outcome* menjadi penentu utama karena menilai perubahan substantif yang dihasilkan kebijakan. Dalam konteks Kementerian Pertanian, evaluasi mengacu pada indikator sektoral seperti produksi pangan, stok pangan, dan produktivitas pertanian, yang semuanya dapat diverifikasi melalui data resmi.
Pencapaian kinerja ini didukung oleh berbagai kebijakan strategis, termasuk penguatan sistem irigasi dan pompanisasi, distribusi benih unggul, mekanisasi pertanian, penyediaan pupuk, serta percepatan masa tanam dan peningkatan produktivitas di lapangan. Hasilnya terlihat dari peningkatan produksi pangan yang konsisten, stabilitas stok, dan peningkatan kesejahteraan petani. Evaluasi ini menegaskan bahwa kinerja sektor pertanian dinilai sangat transparan dan berbasis data, sehingga mampu menunjukkan perubahan nyata dalam sistem pangan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji selama lima tahun ke depan untuk kegiatan sosial, meski gaji tetap diterima sesuai aturan resmi.
8 September 2026

Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Penutupan operasional tujuh bandara di sekitar Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September pukul 23.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.
8 September 2026

90 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Pemerintah Tegaskan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Sebanyak 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia telah mulai menjual biodiesel B50, seiring percepatan program kemandirian energi nasional yang dimulai sejak 2018.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


