Mentan Usulkan Tambahan Anggaran Rp5 Triliun untuk Perkuat Perkebunan Strategis
Kementerian Pertanian mengusulkan tambahan anggaran Rp5 triliun untuk pengembangan komoditas perkebunan strategis guna mendukung industri, kesejahteraan petani, dan ekspor pada 2027.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 03.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Menteri Pertanian telah mengajukan permintaan tambahan anggaran sebesar Rp5 triliun kepada Kementerian Keuangan untuk memperkuat sektor perkebunan pada tahun anggaran 2027. Usulan ini disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, bertepatan dengan tanggal 18 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku industri dan meningkatkan daya saing ekspor nasional. Dana tersebut difokuskan pada pengembangan lima komoditas utama, termasuk kelapa, lada, pala, tebu, kopi, kakao, dan jambu mete, serta penyediaan 1.250 unit traktor untuk mendukung produksi tebu secara efisien.
Peningkatan anggaran ini dirancang untuk mendorong peningkatan pendapatan petani, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendukung program substitusi impor yang menjadi arahan Presiden. Dalam kesempatan yang sama, Mentan menegaskan bahwa alokasi dana tersebut sejalan dengan target nasional dalam mendukung klaster kedaulatan pangan melalui pengembangan kawasan pangan terintegrasi, termasuk perkebunan berkelanjutan dan peningkatan produksi peternakan.
Dari total pagu anggaran Kementerian Pertanian yang ditetapkan sebesar Rp28,02 triliun untuk 2027—naik dari Rp23,23 triliun—sebesar Rp9,8 triliun dialokasikan untuk pembiayaan dasar wajib, sedangkan Rp18,22 triliun digunakan untuk mendukung Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) sektor pertanian. Alokasi ini mencakup infrastruktur lahan dan air, penyediaan benih unggul, sarana produksi, hilirisasi, modernisasi, serta pendampingan kepada petani melalui penyuluhan dan regenerasi.
Target produksi tahun 2027 mencakup berbagai komoditas strategis, seperti beras 34 juta ton, jagung 18 juta ton, kedelai 392 ribu ton, kelapa sawit 245 juta ton, tebu 42 juta ton, kopi 791 ribu ton, kelapa 2,9 juta ton, kakao 633 ribu ton, serta produksi daging, susu, dan telur yang masing-masing ditargetkan mencapai 5 juta ton, 922 ribu ton, dan 8,08 juta ton. Pendanaan berasal dari berbagai sumber, termasuk Rupiah Murni, PNBP, BLU, Pinjaman Luar Negeri, dan Surat Berharga Syariah Negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

