Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Menyapu Abu Vulkanik Bisa Picu Risiko Kesehatan

Menyapu abu vulkanik secara kering justru memperbesar risiko paparan partikel halus ke saluran napas dan mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 07.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Menyapu Abu Vulkanik Bisa Picu Risiko Kesehatan
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ketika abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah, banyak warga langsung melakukan pembersihan lantai dengan menyapu. Namun, tindakan tersebut justru berpotensi membahayakan kesehatan. Badan Geologi Amerika Serikat (USGS) menegaskan bahwa menyapu permukaan yang tertutup abu dalam kondisi kering dapat mengakibatkan partikel kembali terbang ke udara, sehingga meningkatkan paparan terhadap debu halus.

Partikel abu vulkanik yang halus dan tajam dapat dengan mudah tersuspensi kembali ke atmosfer saat disapu, meskipun lantai tampak bersih secara visual. Ini berarti udara di sekitar area tersebut tetap terkontaminasi, dan risiko terhirup abu justru lebih tinggi daripada sebelumnya. Kondisi ini sangat berbahaya bagi kesehatan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan mereka yang sudah memiliki gangguan pernapasan kronis.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), abu vulkanik mengandung silika kristalin yang dalam paparan jangka panjang dapat menyebabkan iritasi paru-paru dan bahkan gangguan pernapasan permanen. Oleh karena itu, metode pembersihan yang mengandalkan sapu kering tidak direkomendasikan, karena justru memperparah penyebaran partikel berbahaya.

Solusi yang lebih aman adalah menggunakan kain lembap, pel basah, atau vacuum cleaner dengan filter HEPA yang mampu menangkap partikel halus. Untuk area luar, penyapuan tetap bisa dilakukan, tetapi dengan syarat permukaan dibasahi terlebih dahulu agar abu tidak terbang. Jika lapisan abu cukup tebal, sebaiknya dibasahi secara merata sebelum dibersihkan secara menyeluruh.

Dengan pendekatan pembersihan yang tepat, risiko kesehatan akibat abu vulkanik dapat diminimalkan. Masyarakat diminta untuk menghindari kebiasaan menyapu kering dan beralih ke metode yang lebih aman dan efektif untuk melindungi diri dan lingkungan sekitar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya