Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Meong! Raih Penghargaan Internasional dari Festival Film Muda

Film pendek Meong! karya mahasiswa ITB sukses meraih penghargaan utama di ajang internasional NextScene Kids & Youth Film Festival 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 12.00 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 3x dibuka
Meong! Raih Penghargaan Internasional dari Festival Film Muda📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Film pendek berjudul Meong! yang digarap oleh kelompok mahasiswa Liga Film Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (LFM ITB) berhasil meraih penghargaan Most Inspiring Film Award pada gelaran NextScene Kids & Youth Film Festival 2026. Festival yang diselenggarakan di Jakarta pada 6–9 Agustus menjadi panggung global bagi kreator muda dari 14 negara, di mana Meong! menjadi satu-satunya karya dari Indonesia yang berhasil keluar sebagai pemenang utama dari total 54 film yang bersaing.

Karya yang dibuat oleh tim Ophiuchus Project ini mengangkat kisah manusia dan kucing dalam narasi drama slice of life yang menggambarkan perjuangan mahasiswa menyelesaikan tugas akhir. Cerita dipandang dari sudut pandang seekor kucing yang menjadi teman setia di kampus ITB, menyoroti hubungan emosional antara manusia dan makhluk kecil dalam momen-momen penuh tekanan. Pendekatan unik ini mampu menyentuh juri internasional dan menciptakan kesan mendalam terhadap pesan universal tentang makna kecil dalam kehidupan.

Proses produksi Meong! yang dimulai sejak Maret 2025 melibatkan 10 anggota tim kreatif dengan tantangan besar dalam pengambilan gambar bersama kucing sungguhan. Tim melakukan casting terhadap hampir 40 ekor kucing di area kampus, termasuk sekitar Gedung Labtek VII, hingga akhirnya memilih Siti sebagai pemeran utama. Keputusan ini didasarkan pada kecocokan warna bulu dan karakter yang mudah diarahkan, serta respons alami yang muncul saat syuting. Seluruh proses dilakukan dengan memperhatikan kesejahteraan psikologis Siti, di mana syuting dihentikan seketika jika sang kucing menunjukkan tanda stres.

Sutradara dan penulis film, Fransiska Fernanda, menyampaikan rasa kagum dan kebanggaan atas pencapaian ini. Ia mengaku tak menyangka karya yang lahir dari keterlibatan komunitas kampus dan dukungan ITB Street Feeding bisa diterima secara global. Ia menyampaikan terima kasih khusus kepada Siti karena mampu menciptakan momen spontan yang tak terduga dan menjadi kunci keberhasilan film. Penulis sekaligus produser, Vincentius Bhagaskara, menegaskan bahwa film ini lahir dari pengamatan sederhana atas fenomena kucing kampus yang selalu hadir di tengah aktivitas mahasiswa, namun justru menjadi simbol kehadiran yang bermakna dalam kehidupan manusia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya