Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Minat Ojol Belum Tinggi ke Motor Listrik karena Teknis dan Biaya

Rendahnya minat ojek online beralih ke motor listrik disebabkan tantangan teknis dan pembiayaan yang sulit, meski potensi penghematan harian mencapai Rp20 ribu per kendaraan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 20.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Minat Ojol Belum Tinggi ke Motor Listrik karena Teknis dan Biaya
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kurangnya antusiasme pengemudi ojek online dalam beralih ke kendaraan listrik dipicu oleh berbagai kendala teknis yang masih dirasakan, termasuk keterbatasan tenaga di lintasan menanjak dan kapasitas baterai yang dinilai belum memadai. Managing Director Industrialization Danantara Indonesia, Ardy Muawin, menyatakan bahwa isu tersebut mulai teratasi oleh inovasi produsen, namun tetap menjadi pertimbangan utama bagi para mitra pengemudi. Ia menekankan bahwa perbaikan teknologi harus sejalan dengan ketersediaan infrastruktur pendukung agar transisi berjalan lancar.

Di sisi lain, akses pembiayaan menjadi hambatan utama. Banyak pengemudi mengalami kesulitan memperoleh kredit karena hasil verifikasi BI Checking atau SLIK OJK yang tidak memenuhi syarat. Padahal, pengemudi dengan kinerja tinggi dan aktif bekerja setiap hari dianggap memiliki risiko kredit yang sangat rendah. Untuk menekan risiko tersebut, Danantara mengusulkan skema cicilan harian dan sistem penonaktifan otomatis kendaraan bila terjadi keterlambatan pembayaran, sehingga menekan potensi gagal bayar dan menurunkan biaya modal.

Suku bunga kredit sepeda motor yang masih tinggi, berkisar antara 30 hingga 40 persen, turut memperparah beban finansial. Hal ini jauh lebih tinggi dibandingkan kredit mobil yang berada di kisaran 12 persen. Peningkatan beban tersebut diperparah oleh kebijakan diler yang cenderung mendorong skema kredit demi mengejar target penjualan. Untuk mengatasi hal ini, Danantara berkolaborasi dengan Himbara guna menyusun model pembiayaan baru yang lebih terjangkau dan ramah pengemudi.

Riset yang dilakukan Danantara menunjukkan bahwa penggunaan motor listrik dapat menghemat biaya harian sebesar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu dibandingkan kendaraan bensin. Jika dihitung dalam periode 25 hari kerja, penghematan mencapai Rp500 ribu per bulan. “Itu jumlah yang sangat signifikan bagi teman-teman pengemudi,” ujar Ardy dalam diskusi di Jakarta Pusat. Dengan penghematan sebesar itu, transisi ke motor listrik dinilai tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi para mitra.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya