Minuman Panas Tingkatkan Risiko Kanker Kerongkongan
Studi besar menemukan konsumsi minuman sangat panas meningkatkan risiko kanker kerongkongan hingga 3,17 kali, terutama jika dikonsumsi lebih dari enam gelas sehari.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 09.05 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 92x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebuah penelitian terbesar yang melibatkan lebih dari 977 ribu peserta di Inggris mengungkap kaitan antara suhu minuman dan risiko kanker kerongkongan. Hasil analisis dari dua studi besar, yaitu Million Women Study dan UK Biobank, menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi minuman dengan suhu di atas 65 derajat Celsius berisiko lebih tinggi mengalami karsinoma sel skuamosa kerongkongan (SCC) dibanding mereka yang memilih minuman hangat. Temuan ini diterbitkan dalam International Journal of Cancer dan menjadi dasar bagi peringatan medis terkait kebiasaan minum.
Berdasarkan klasifikasi dari International Agency for Research on Cancer (IARC), minuman yang disajikan pada suhu sangat panas dikategorikan sebagai zat yang "kemungkinan bersifat karsinogenik". Risiko terkena SCC meningkat signifikan pada mereka yang mengonsumsi minuman panas lebih dari enam kali sehari, dengan peningkatan risiko hingga 71 persen dibanding yang minum kurang dari jumlah tersebut. Angka ini menekankan pentingnya memperhatikan suhu minuman, bukan hanya jenis atau jumlah yang dikonsumsi.
Meskipun penelitian tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat langsung, para peneliti menekankan bahwa perubahan kebiasaan minum bisa menjadi langkah pencegahan efektif. Dengan asumsi adanya kausalitas, diperkirakan sekitar 14 persen kasus SCC esofagus bisa dihindari jika individu beralih dari minuman sangat panas ke suhu panas. Ini menjadi rekomendasi penting bagi masyarakat yang memiliki kebiasaan minum teh atau kopi dalam suhu ekstrem.
Kendati demikian, data suhu minuman dalam penelitian didasarkan pada laporan subjektif peserta, sehingga tidak selalu mencerminkan suhu aktual saat dikonsumsi. Hal ini menekankan perlunya kesadaran pribadi dalam menyesuaikan suhu minuman, terutama bagi mereka yang rutin mengonsumsi minuman panas setiap hari. Upaya pencegahan melalui perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kafein dalam Soda Bisa Pengaruhi Otak dan Tidur Anak
Studi menemukan kafein dari minuman bersoda berdampak pada durasi tidur dan struktur otak anak usia 9–11 tahun, meski hubungan belum terbukti sebab-akibat.
24 Oktober 2026

Kuliner Pemicu Ekonomi Kreatif Terbesar di Nasional
Subsektor kuliner menjadi kontributor utama ekonomi kreatif nasional, disusul fashion dan kriya, dengan pemerintah mendorong peningkatan kualitas, promosi digital, dan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
23 Oktober 2026

Little Bandung Hadir di Blok M, Ramaikan Kuliner Jakarta
Program pop-up 'Little Bandung' di Pasaraya Blok M menghadirkan lima kuliner legendaris Bandung untuk dinikmati warga Jakarta selama 23–25 Oktober 2026.
23 Oktober 2026

7 Lokasi Jajanan Pasar Autentik di Jakarta yang Wajib Dicoba
Tujuh tempat jajanan pasar tradisional di Jakarta menawarkan beragam kue basah khas dengan cita rasa yang membangkitkan kenangan masa kecil.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

