Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mitsubishi Fokus ke Australia, Lewati Pasar ASEAN

Mitsubishi menunda ekspansi di Asia Tenggara dan mengalihkan fokus ke Australia serta AS lewat peluncuran mobil listrik baru, sambil menyesuaikan strategi akibat penurunan penjualan di kawasan awal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 21.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Mitsubishi Fokus ke Australia, Lewati Pasar ASEAN📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Mitsubishi Motors secara strategis mengubah arah bisnis dengan mengurangi ketergantungan pada pasar Asia Tenggara dan memperkuat posisi di Australia serta Amerika Serikat. Keputusan ini diambil setelah kinerja penjualan di wilayah ASEAN mengalami penurunan signifikan, dipengaruhi oleh inflasi tinggi, kenaikan suku bunga, serta persaingan ketat dari mobil listrik murah asal Tiongkok. Sebagai respons, perusahaan memilih tidak meluncurkan varian terbarunya di Indonesia, melainkan memprioritaskan pasar Australia dan Selandia Baru.

Produk unggulan yang dirilis secara eksklusif di dua negara tersebut adalah Mitsubishi ASX VR-e, kendaraan listrik berbasis teknologi baru yang diproduksi oleh Foxtron Vehicle Technologies, anak usaha Foxconn dari Taiwan. Kemitraan ini merupakan langkah inovatif pertama kali bagi Foxconn dalam memproduksi kendaraan untuk merek otomotif Jepang secara OEM. Alasan pemilihan mitra produksi ini adalah untuk mengurangi beban operasional, mengingat Mitsubishi memutuskan menghentikan pengembangan mobil listrik secara mandiri demi efisiensi biaya.

Fokus bisnis kini dialihkan ke segmen kendaraan plug-in hybrid yang lebih stabil, sementara varian listrik akan dipenuhi melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Hal ini menjadi indikasi bahwa rencana strategis sebelumnya yang berfokus kuat pada ASEAN tidak lagi efektif. Pada kuartal terakhir, penjualan di kawasan tersebut turun 7 persen, jauh dari proyeksi pertumbuhan 10 persen, yang turut menyebabkan penurunan total penjualan global sebesar 8 persen, mencapai 179 ribu unit.

Untuk memperbaiki kinerja, Mitsubishi menetapkan Amerika Serikat dan Australia sebagai pasar utama pemulihan. Karena tidak memiliki pabrik produksi di Amerika Utara, perusahaan menjalin kerja sama dengan Nissan dan Honda untuk menyediakan lini produk listrik. Mulai paruh kedua 2026, kendaraan listrik berbasis Nissan Leaf akan dikirimkan, sementara mobil pikap dari pabrik Nissan di Mississippi dijadwalkan hadir pada 2029 untuk menghindari tarif impor. Dengan strategi baru ini, Mitsubishi menargetkan penjualan global mencapai 850 ribu unit pada tahun fiskal 2026, dengan Amerika Utara menjadi sumber pendapatan utama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya