Mobil Listrik Baic T1 Siap Diproduksi Lokal Mulai 2027
Baic T1 akan dirakit di Indonesia pada Desember 2026–Januari 2027, dengan target TKDN 40 persen dan potensi penurunan harga di bawah Rp350 juta.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 01.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Produsen mobil listrik Baic melalui JIO Distribusi Indonesia mengonfirmasi rencana perakitan model T1 secara lokal mulai Desember 2026 hingga Januari 2027. Sebelum proses produksi dalam negeri dimulai, tahap awal penjualan akan menggunakan unit impor dari China. Jumlah unit yang telah dikirim mencapai 120 unit, dengan potensi penambahan hingga sekitar 220 unit sebelum produksi lokal resmi dimulai.
Perakitan T1 akan dilakukan di fasilitas rekanan, Handal Indonesia Motor (HIM), sesuai dengan pola produksi model-model Baic lainnya. Target tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada tahap awal ditetapkan sebesar 40 persen. Rencananya, angka tersebut akan ditingkatkan menjadi 60 persen melalui investasi baru sebesar Rp65 miliar untuk membangun fasilitas perakitan baterai dalam negeri.
Peningkatan TKDN diharapkan mampu memicu pembebasan pajak lux, termasuk bea masuk dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), yang berpotensi menurunkan harga jual. Meski belum menentukan angka pasti, pihak perusahaan menyebut harapan harga T1 setelah produksi lokal bisa berada di bawah Rp350 juta. Sebelumnya, harga promosi untuk 1.000 konsumen pertama di GIIAS 2026 dipatok Rp373 juta, lebih rendah dari harga retail resmi Rp393 juta.
Respons terhadap T1 selama pameran GIIAS 2026 dinilai positif, dengan lebih dari 200 konsumen melakukan uji coba dan 139 surat pemesanan kendaraan (SPK) terkumpul dari total 407 SPK yang diterima. Pengiriman perdana telah dimulai setelah pameran, dengan 16 unit sudah didistribusikan secara wholesale ke dealer, sesuai data Gaikindo.
Meski menegaskan potensi harga lebih terjangkau, perusahaan belum mengungkapkan rencana kompensasi bagi konsumen yang telah membeli T1 sebelum perakitan lokal dimulai. Namun, pihak perusahaan tetap optimistis bahwa kehadiran produksi lokal akan memperkuat daya saing produk dan mendorong penetrasi pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


