Mobil Listrik Murah Makin Tekan Dominasi LCGC
Produk mobil listrik dari produsen asal China dengan harga mulai Rp155 juta mulai mengancam dominasi segmen LCGC yang didominasi tiga merek.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 18.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Persaingan di pasar mobil murah di Tanah Air kini mengalami pergeseran signifikan, dengan munculnya mobil listrik berharga terjangkau yang menawarkan alternatif konkret bagi konsumen. Produk-produk dari pabrikan asal Tiongkok, seperti Wuling Aira EV dan Vinfast VF3, dibanderol mulai dari Rp155 juta hingga Rp230 juta, menempatkan harga mereka sangat dekat dengan rentang harga LCGC. Hal ini memicu pertanyaan baru tentang daya saing segmen mobil murah yang telah berjalan sejak 2013.
Di sisi lain, LCGC masih dipertahankan oleh tiga merek utama—Daihatsu, Toyota, dan Honda—yang menawarkan model terbatas: Sigra, Ayla, Calya, Agya, dan Brio Satya. Harga jual mereka berkisar antara Rp143 juta hingga Rp206,7 juta, dengan konsumsi bahan bakar yang rendah dan akses layanan purnajual yang luas sebagai keunggulan utama. Namun, dengan makin banyaknya pilihan mobil listrik yang menawarkan biaya operasional lebih rendah, daya tarik LCGC mulai tergerus.
Beberapa model listrik seperti BYD Atto 1, Changan Lumin, dan Seres E1 hadir dalam rentang harga Rp189 juta hingga Rp245 juta, sejalan dengan tren penurunan harga kendaraan listrik di pasar global. Bahkan, beberapa model menawarkan opsi sewa baterai, menurunkan beban awal pembelian. Pilihan ini menarik bagi konsumen yang ingin mencoba teknologi baru tanpa investasi besar di awal.
Kondisi ini mencerminkan transisi cepat dalam preferensi pasar, di mana nilai ekonomi jangka panjang mulai mengalahkan kebiasaan memilih kendaraan berbahan bakar fosil. Meski LCGC tetap menjadi pilihan utama bagi sebagian konsumen di daerah dengan infrastruktur listrik terbatas, ancaman dari mobil listrik murah terus menguat. Kedua segmen kini berada dalam posisi kompetisi yang ketat, dengan harga sebagai penentu utama.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


