Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mobil Listrik Murah Makin Tekan Dominasi LCGC

Produk mobil listrik dari produsen asal China dengan harga mulai Rp155 juta mulai mengancam dominasi segmen LCGC yang didominasi tiga merek.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 18.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Mobil Listrik Murah Makin Tekan Dominasi LCGC
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Persaingan di pasar mobil murah di Tanah Air kini mengalami pergeseran signifikan, dengan munculnya mobil listrik berharga terjangkau yang menawarkan alternatif konkret bagi konsumen. Produk-produk dari pabrikan asal Tiongkok, seperti Wuling Aira EV dan Vinfast VF3, dibanderol mulai dari Rp155 juta hingga Rp230 juta, menempatkan harga mereka sangat dekat dengan rentang harga LCGC. Hal ini memicu pertanyaan baru tentang daya saing segmen mobil murah yang telah berjalan sejak 2013.

Di sisi lain, LCGC masih dipertahankan oleh tiga merek utama—Daihatsu, Toyota, dan Honda—yang menawarkan model terbatas: Sigra, Ayla, Calya, Agya, dan Brio Satya. Harga jual mereka berkisar antara Rp143 juta hingga Rp206,7 juta, dengan konsumsi bahan bakar yang rendah dan akses layanan purnajual yang luas sebagai keunggulan utama. Namun, dengan makin banyaknya pilihan mobil listrik yang menawarkan biaya operasional lebih rendah, daya tarik LCGC mulai tergerus.

Beberapa model listrik seperti BYD Atto 1, Changan Lumin, dan Seres E1 hadir dalam rentang harga Rp189 juta hingga Rp245 juta, sejalan dengan tren penurunan harga kendaraan listrik di pasar global. Bahkan, beberapa model menawarkan opsi sewa baterai, menurunkan beban awal pembelian. Pilihan ini menarik bagi konsumen yang ingin mencoba teknologi baru tanpa investasi besar di awal.

Kondisi ini mencerminkan transisi cepat dalam preferensi pasar, di mana nilai ekonomi jangka panjang mulai mengalahkan kebiasaan memilih kendaraan berbahan bakar fosil. Meski LCGC tetap menjadi pilihan utama bagi sebagian konsumen di daerah dengan infrastruktur listrik terbatas, ancaman dari mobil listrik murah terus menguat. Kedua segmen kini berada dalam posisi kompetisi yang ketat, dengan harga sebagai penentu utama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya