Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Modal Asing Masuk US$400 Juta di Tengah Ketidakpastian Global

Aliran modal asing mencatat net inflow sebesar US$400 juta hingga 21 September 2026, didorong penerbitan global bond dan permintaan SBN, meski tantangan pasar global tetap menjadi perhatian.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 15.26 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Modal Asing Masuk US$400 Juta di Tengah Ketidakpastian Global📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kinerja aliran modal asing ke Indonesia mencatatkan posisi positif pada kuartal III 2026, dengan total masuk sebesar US$400 juta hingga 21 September. Angka ini menunjukkan ketahanan pasar keuangan domestik di tengah gejolak ekonomi global yang masih tinggi. Peningkatan tersebut utamanya berasal dari arus investasi portofolio asing yang terus mengalir ke instrumen keuangan negara, khususnya Surat Berharga Negara (SBN).

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa kenaikan aliran modal tersebut didorong oleh penerbitan global bond pemerintah yang menarik minat investor internasional. Ia menyebut bahwa kredibilitas kebijakan fiskal dan prospek ekonomi yang stabil menjadi faktor penarik utama. Selain itu, kepercayaan terhadap stabilitas makroekonomi dan kinerja pasar keuangan dalam negeri turut mendorong kepercayaan investor asing.

Dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur, Destry menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen. Pertumbuhan ini didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, didorong oleh stimulus fiskal dan meningkatnya ekspektasi pendapatan masyarakat. Di sisi lain, investasi pemerintah terus tumbuh, sementara pihak bank sentral terus mendorong peningkatan keterlibatan sektor swasta sebagai pendorong utama pertumbuhan jangka panjang.

Meski aliran modal asing tetap positif, BI tetap mempertahankan kewaspadaan terhadap risiko volatilitas pasar global. Ketidakpastian yang masih menghantui pasar keuangan internasional berpotensi memengaruhi pergerakan modal dan nilai tukar rupiah. Upaya stabilisasi terus dilakukan melalui kebijakan moneter yang akomodatif namun tetap menjaga keseimbangan stabilitas nilai tukar dan inflasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya