Modal Asing Masuk US$400 Juta di Tengah Ketidakpastian Global
Aliran modal asing mencatat net inflow sebesar US$400 juta hingga 21 September 2026, didorong penerbitan global bond dan permintaan SBN, meski tantangan pasar global tetap menjadi perhatian.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 15.26 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kinerja aliran modal asing ke Indonesia mencatatkan posisi positif pada kuartal III 2026, dengan total masuk sebesar US$400 juta hingga 21 September. Angka ini menunjukkan ketahanan pasar keuangan domestik di tengah gejolak ekonomi global yang masih tinggi. Peningkatan tersebut utamanya berasal dari arus investasi portofolio asing yang terus mengalir ke instrumen keuangan negara, khususnya Surat Berharga Negara (SBN).
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa kenaikan aliran modal tersebut didorong oleh penerbitan global bond pemerintah yang menarik minat investor internasional. Ia menyebut bahwa kredibilitas kebijakan fiskal dan prospek ekonomi yang stabil menjadi faktor penarik utama. Selain itu, kepercayaan terhadap stabilitas makroekonomi dan kinerja pasar keuangan dalam negeri turut mendorong kepercayaan investor asing.
Dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur, Destry menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen. Pertumbuhan ini didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, didorong oleh stimulus fiskal dan meningkatnya ekspektasi pendapatan masyarakat. Di sisi lain, investasi pemerintah terus tumbuh, sementara pihak bank sentral terus mendorong peningkatan keterlibatan sektor swasta sebagai pendorong utama pertumbuhan jangka panjang.
Meski aliran modal asing tetap positif, BI tetap mempertahankan kewaspadaan terhadap risiko volatilitas pasar global. Ketidakpastian yang masih menghantui pasar keuangan internasional berpotensi memengaruhi pergerakan modal dan nilai tukar rupiah. Upaya stabilisasi terus dilakukan melalui kebijakan moneter yang akomodatif namun tetap menjaga keseimbangan stabilitas nilai tukar dan inflasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
PT Vaksindo Satwa Nusantara sukses mengekspor vaksin hewan senilai Rp1,9 miliar ke empat negara Afrika sebagai langkah ekspansi pasar pertama di benua tersebut.
24 September 2026

Anggaran Kemenhub 2027 Rp32,9 Triliun, Laut Terbesar
Ditjen Perhubungan Laut menjadi penerima anggaran terbesar di Kemenhub dengan Rp10,49 triliun, menyesuaikan prioritas peningkatan keselamatan dan konektivitas maritim.
24 September 2026

Anggaran 2027 Basarnas Belum Cukup, Kekurangan Rp2,29 Triliun
Basarnas mengalokasikan anggaran Rp1,56 triliun untuk 2027, masih kurang Rp2,29 triliun dari kebutuhan sebenarnya, terutama untuk sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan.
24 September 2026

Pemerintah Masih Rancang Desain Program Rekening Gratis
Pemerintah belum menentukan anggaran detail dan desain pelaksanaan program pembukaan rekening gratis dengan saldo awal Rp50 ribu untuk masyarakat.
24 September 2026
Berita Lainnya

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Kamis, 24 September 2026, 23.28 WITA

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Gen Z AS Dorong Masuknya Mobil Listrik China
Kamis, 24 September 2026, 23.13 WITA

