Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Modi Ajak Putin Hentikan Perang Ukraina di KTT SCO

Perdana Menteri India Narendra Modi menyerukan penghentian perang Ukraina dalam pertemuan KTT SCO, menekankan pentingnya perdamaian dan kemanusiaan dalam konteks geopolitik yang memanas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Modi Ajak Putin Hentikan Perang Ukraina di KTT SCO📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam pertemuan di sela-sela Konferensi Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), Perdana Menteri India Narendra Modi secara tegas meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghentikan aksi militer di Ukraina. Ia menegaskan bahwa India akan terus mendukung upaya perdamaian di wilayah konflik, dengan menekankan bahwa setiap hari perang berlanjut merupakan langkah mundur bagi kemanusiaan. Seruan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan militer di wilayah Ukraina.

Modi menekankan pentingnya beralih dari konflik tanpa akhir menuju penyelesaian yang berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa dunia harus bergerak dari perang menuju penghentian permusuhan, dengan menyoroti dampak manusiawi yang terus merajalela akibat perang yang berkepanjangan. Pernyataannya menjadi sorotan karena India berada dalam posisi sensitif, menghadapi tekanan internasional akibat kebijakan impor energi dari Rusia.

Pada saat yang sama, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan rencana serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi Ukraina, menyusul serangan sebelumnya yang menewaskan 38 orang di gudang amunisi. Ancaman ini dikhawatirkan akan memperparah krisis energi di Ukraina saat musim dingin tiba, yang berpotensi memicu krisis kemanusiaan serius.

Di sisi lain, Amerika Serikat semakin intensif menekan India terkait hubungan ekonomi dan energinya dengan Moskow. DPR AS diperkirakan akan menyetujui RUU Senator Lindsey Graham yang mengancam memberlakukan tarif hingga 100% terhadap negara-negara terkemuka yang menjadi pembeli minyak dan gas Rusia, termasuk India dan China. Pada periode April-Juli, impor minyak Rusia ke India melonjak hampir 60% dibanding tahun sebelumnya, mencapai lebih dari US$34 miliar atau sekitar Rp601,8 triliun.

Putin dalam pertemuan tersebut menyambut pertumbuhan perdagangan bilateral dengan India, meski mengakui adanya sedikit penurunan pada tahun sebelumnya. Washington kini mendorong penggantian pasokan minyak Rusia dengan minyak dari Venezuela sebagai alternatif, namun India tetap mempertahankan kebijakan strategisnya dalam memenuhi kebutuhan energinya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya