Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Morgan Stanley Percepat Penjualan Saham GOTO

Morgan Stanley mencatat penjualan bersih 1,6 miliar saham GOTO dalam satu hari, dengan selisih harga Rp2 per saham, seiring penurunan kepemilikan dari 6,103% menjadi 5,964%.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 23.11 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 96x dibuka
Morgan Stanley Percepat Penjualan Saham GOTO📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada 12 Oktober 2026, Morgan Stanley and Co International PLC mencatat transaksi besar dalam saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), menjual 1,749 miliar saham dengan harga Rp29 per saham, senilai Rp50,73 miliar, sekaligus membeli 151,77 juta saham di harga Rp27 per saham, bernilai Rp4,10 miliar. Kedua aktivitas dilakukan dalam satu hari dan tercatat sebagai kepemilikan langsung untuk tujuan investasi. Hasil akhirnya menunjukkan penjualan bersih sebesar 1,597 miliar saham, menghasilkan kas bersih Rp46,63 miliar.

Kepemilikan Morgan Stanley tercatat menurun dari 70,267 miliar saham menjadi 68,670 miliar saham, menyusut dari 6,103% menjadi 5,9642% dari total saham beredar. Selisih harga jual dan beli sebesar Rp2 per saham, atau 7,41%, terjadi pada volume yang berpasangan sebesar 151,77 juta saham, menghasilkan keuntungan kotor sekitar Rp303,55 juta dari transaksi tersebut. Sisanya, yang mencapai sekitar 1,6 miliar saham, berasal dari portofolio sebelumnya, dengan potensi keuntungan yang tergantung pada harga perolehan awal yang tidak diungkap.

Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas jual-beli saham GOTO yang dilakukan Morgan Stanley dalam dua bulan terakhir. Sejak Agustus 2026, perusahaan asal Amerika Serikat itu sempat membeli hingga 21,92 miliar saham di harga Rp25, namun kembali menjual sekitar 7,4 miliar saham di harga rata-rata Rp25,39. Pada September 2026, transaksi serupa terjadi dengan pembelian dan penjualan saham dalam jumlah kecil. Dalam periode tersebut, kepemilikan Morgan Stanley turun hampir 10,15 miliar saham dari posisi tertinggi sebelumnya.

Pergerakan saham GOTO mengalami volatilitas tinggi sejak batas harga minimum di pasar reguler dan tunai ditiadakan pada 28 September 2026 dari Rp50 menjadi Rp1. Setelah pembukaan, saham sempat menyentuh level auto reject bawah di Rp37, lalu turun ke Rp27 pada awal Oktober 2026 sebelum rebound ke Rp30. Pada hari yang sama, investor asing mencatatkan jual bersih senilai Rp927,64 miliar. Manajemen GOTO menegaskan bahwa fluktuasi harga disebabkan faktor teknis, bukan kinerja operasional, termasuk pengeluaran dari indeks FTSE GEIS dan MSCI sejak Juni dan Agustus 2026.

Pada 14 Oktober 2026, GOTO menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui pembatalan 32,19 miliar saham treasuri seri A hasil buyback periode 2024–2025. Saham tersebut semula ditujukan untuk program ESOP/MSOP, namun dibatalkan. Presiden Komisaris Agus Martowardojo menyatakan keputusan ini akan meningkatkan proporsi kepemilikan pemegang saham secara proporsional. RUPSLB juga menyetujui pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatan Wakil Direktur Utama. Perusahaan tetap memiliki izin buyback hingga Rp3,5 triliun hingga 18 Juni 2027.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya