Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Motor Listrik Nasional Wajib Penuhi Empat Syarat Utama

Program Motor Listrik Nasional (Molinas) menetapkan empat kriteria wajib agar produk bisa bersandi nasional, termasuk TKDN di atas 60 persen dan penggunaan baterai nikel.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 22.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Motor Listrik Nasional Wajib Penuhi Empat Syarat Utama
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menetapkan empat persyaratan ketat bagi motor listrik yang ingin masuk kategori Motor Listrik Nasional (Molinas). Syarat pertama adalah tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 60 persen, mencakup komponen kunci seperti powertrain, rangka, serta bagian plastik dan bodi. Persyaratan kedua menekankan bahwa desain dan proses rekayasa harus dikembangkan secara lokal, bukan direplikasi dari produk asing.

Ketiga, motor yang masuk Molinas harus menggunakan baterai berbasis nikel, sebagai bagian dari upaya mendukung hilirisasi sumber daya mineral nasional. Keempat, harga jual harus tetap terjangkau sesuai dengan daya beli pasar domestik. Tujuan utama dari kebijakan ini bukan sekadar memperbanyak produksi, melainkan membangun kapasitas teknologi, desain, manufaktur, serta rantai pasok dalam negeri secara berkelanjutan.

Peluang pasar bagi motor listrik sangat besar. Hingga Desember 2025, populasi kendaraan roda dua konvensional mencapai 145,25 juta unit, sementara motor listrik baru menempati 229.554 unit. Berdasarkan proyeksi Kemenko Perekonomian, permintaan motor listrik diperkirakan mencapai 1,5 juta unit pada 2028, jauh melampaui target produksi Molinas yang hanya 100 ribu unit per tahun. Dua merek dalam negeri, Alva dan Gesits, saat ini menjadi pelaksana utama program ini.

Skema pembiayaan untuk kedua merek tersebut sedang dalam tahap finalisasi guna menekan harga jual sebelum peluncuran komersial. Program ini diharapkan menghemat subsidi bahan bakar minyak hingga Rp82,2 triliun dari 2027 hingga 2037, dengan asumsi 11 juta unit beroperasi pada 2037. Secara ekonomi, ekosistem Molinas diperkirakan menciptakan nilai tambah hingga Rp150 triliun hingga 2031 dan menyerap sekitar 215 ribu lapangan kerja di berbagai sektor industri. Selain itu, neraca perdagangan diproyeksikan membaik melalui pengurangan impor minyak senilai Rp45 triliun.

Peresmian program Molinas dilakukan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA) di Cikarang, Bekasi, pada 13 Agustus 2026. Dalam pidatonya, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat transformasi energi nasional melalui inovasi lokal, dengan menyebutkan bahwa peluncuran ini dimulai dengan semangat dan kepercayaan pada kemampuan industri dalam negeri.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya