Mu'min Ali Gunawan Mundur dari Jabatan Preskom Panin Sekuritas
Bankir senior Mu'min Ali Gunawan mengundurkan diri dari posisi Presiden Komisaris Panin Sekuritas, dengan RUPS dijadwalkan dalam 90 hari setelah OJK mengesahkan pengunduran diri.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Mu'min Ali Gunawan secara resmi mengundurkan diri dari jabatan Presiden Komisaris PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS), setelah melalui proses formal yang ditandai dengan penerbitan Surat OJK Nomor S-485/PM.11/2026. Pengunduran diri tersebut telah disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada 30 Juni 2026, namun baru diterima secara resmi oleh perusahaan pada 7 Oktober 2026, setelah Otoritas Jasa Keuangan memberikan persetujuan.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan membahas perubahan susunan Dewan Komisaris wajib digelar paling lambat 90 hari sejak keputusan OJK diterima. Manajemen perusahaan menegaskan bahwa tidak ada halangan atau kendala yang menghambat proses pengunduran diri Mu'min, sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi pada 8 Oktober 2026.
Mu'min Ali Gunawan, lahir pada 12 Maret 1939 di Jember dengan nama Lie Mo Ming, merupakan tokoh penting dalam sejarah perbankan Indonesia. Ia memulai karier di bidang perbankan sejak 1966, setelah pindah ke Jakarta untuk bekerja bersama Mochtar Riady, tokoh Grup Lippo. Dalam perjalanannya, ia memperkuat posisinya dengan mengakuisisi saham Bank Industri dan Dagang Indonesia (BIDI) yang sedang mengalami tekanan likuiditas, kemudian menjabat sebagai direktur setelah kepemilikan sahamnya mencapai 23%.
Pada 1967, Mu'min membeli Bank Kemakmuran di Jakarta, lalu mendirikan Bank Industri Djaya Indonesia di Surabaya. Pada 17 Agustus 1971, ketiga entitas tersebut digabungkan atas dasar anjuran Gubernur Bank Indonesia, melahirkan Pan Indonesia Bank—yang kini dikenal sebagai Panin Bank. Di bawah kepemimpinannya, aset bank terus berkembang pesat melalui akuisisi bank-bank kecil hingga 1975, dan pada 1982 menjadi bank pertama di Indonesia yang go public secara luas.
Kendali atas Panin Bank tetap berada di tangan keluarga Gunawan melalui PT Panin Financial Tbk. (PNLF), dengan kepemilikan saham total sebesar 46,04% oleh Mu'min Ali Gunawan, Gunadi Gunawan, Muljadi Koesumo, dan Tidjan Ananto. Penarikan diri Mu'min dari PANS menandai akhir dari era kepemimpinan jangka panjang dalam struktur kepemilikan dan pengelolaan di perusahaan sekuritas yang menjadi bagian dari ekosistem Panin Group.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IHSG Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indeks saham utama Indonesia turun 1,88% ke level 6.031, dipicu kekhawatiran atas kemungkinan kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed di akhir 2026.
8 Oktober 2026

Pertumbuhan Ekonomi Tidak Cukup Tanpa Keadilan Sosial
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menekankan pentingnya berpikir berbasis data dan kepemimpinan solutif untuk mengatasi ketimpangan meski ekonomi tumbuh pesat.
8 Oktober 2026

Biaya Haji 2027 Naik, Pemerintah Jamin Beban Peserta Tetap Terkendali
Kemenhaj dan DPR tetapkan BPIH 2027 sebesar Rp98,47 juta per orang, dengan subsidi Presiden menekan beban pelunasan peserta hingga Rp23,05 juta.
8 Oktober 2026

Prabowo: Investasi di Indonesia Harus Dijaga Seperti Keluarga
Presiden Prabowo meminta pemerintah melindungi semua investor seperti anggota keluarga, menekankan komitmen menjaga keamanan dan keberlanjutan investasi strategis di Kawasan Industri Weda Bay.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Bechi Kembali Dibui Setelah Bebas Bersyarat Dicabut
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.52 WITA

KPK Periksa Empat Saksi Terkait Kasus Korupsi di BPN
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.52 WITA

KNMP Sungai Padang Segera Beroperasi, Fokus Perkuat Ekonomi Nelayan
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pengamat Hukum Soroti Penerapan RJ pada Kasus Narkoba Anggota DPRD
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

KPK Periksa Belasan Swasta dan ASN Terkait Kasus Suap Bupati Langkat
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

Surabaya Perluas Bopda untuk Ponpes, Dorong Keadilan Pendidikan
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

Gubernur Dorong ITK Jadi Pusat Inovasi untuk IKN
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

Pelaku Kekerasan yang Tewaskan Korban Diamankan di TTS
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

