Muktamar NU dan Dinamika Kepercayaan dalam Kepemimpinan
Muktamar NU 2024 menegaskan perubahan mekanisme pemilihan ketua umum melalui AHWA, dengan hasil yang menggambarkan legitimasi prosedural dan keberlanjutan kepercayaan dalam struktur kepemimpinan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 14.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 telah menyelesaikan proses pemilihan pemimpin baru, dengan KH Miftachul Akhyar dipilih kembali sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031. Di balik hasil resmi tersebut, muncul pertanyaan mendasar mengenai bagaimana keputusan kolektif dalam organisasi sebesar NU terbentuk—bukan hanya dari proses pemungutan suara, tetapi dari proses internalisasi kepercayaan yang telah lama dibentuk sejak generasi ke generasi.
Perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum melalui AHWA (Akhwat, Wali, dan Amanah) mendapatkan dukungan mayoritas dari 401 dari 552 pemilik suara, menunjukkan adanya kesepakatan prosedural yang kuat. Meski demikian, proses seleksi tidak berhenti di sana. Setelah lima nama calon yang mendapat dukungan terbesar dari PWNU dan PCNU disaring, keputusan akhir diambil secara mufakat, mencerminkan peran penting tradisi dan jaringan kepercayaan dalam menentukan kepemimpinan.
Dalam konteks neuropolitik, kepercayaan yang tumbuh dari hubungan guru-murid, pesantren, dan tradisi keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk persepsi publik terhadap otoritas. Kepercayaan itu sendiri bukan sekadar simpati, melainkan mekanisme kognitif yang membantu manusia memproses informasi secara efisien. Namun, ketika kepercayaan berubah menjadi ketaatan tanpa ruang untuk kritik, maka keputusan yang seharusnya kolektif bisa terdistorsi oleh dominasi simbol atau posisi sosial.
Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun mekanisme pemilihan telah mengalami perubahan, kekuatan sebenarnya tetap berada pada jaringan kepercayaan yang telah berdiri selama puluhan tahun. Keputusan akhir yang diambil secara musyawarah bukan hanya hasil dari proses formal, tetapi juga refleksi dari konsensus yang dibangun secara organik dalam struktur sosial NU.
Pemilihan Gus Kikin secara mufakat menegaskan bahwa kekuasaan dalam NU tidak hanya didasarkan pada suara atau sistem, tetapi juga pada legitimasi moral dan kepercayaan kolektif. Proses ini menunjukkan bahwa keberlanjutan organisasi bukan hanya soal perubahan aturan, tetapi juga kemampuan menjaga keseimbangan antara tradisi, otoritas, dan ruang diskusi yang tetap terbuka.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Periklindo Dorong Insentif Hybrid untuk Dukung Transisi Energi
Periklindo mendukung pemberian insentif nonfiskal bagi mobil hybrid sebagai bagian dari upaya percepatan transisi energi nasional dan pengurangan emisi.
26 Oktober 2026

Badai Musim Gugur Hantam Eropa, Listrik Padam dan Transportasi Terhenti
Badai Boelo dan Austen melanda Eropa utara dalam 24 jam, menyebabkan kematian, pemadaman listrik massal, dan gangguan transportasi di Inggris, Prancis, Jerman, serta wilayah Belanda dan Belgia.
26 Oktober 2026

Stok Beras Nasional Cukup hingga Juli-Agustus 2027
Pemerintah memastikan ketersediaan beras aman hingga 10 bulan ke depan, dengan total pasokan mencapai 25 juta ton tanpa impor selama dua tahun terakhir.
26 Oktober 2026

Protes Massal di Praha Tuntut Perlindungan Independensi Media
Ribuan warga turun ke jalan Praha menolak RUU perombakan pendanaan media publik yang dinilai mengancam kemerdekaan jurnalisme dan memperbesar pengaruh politik.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suporter Muda Tewas Usai Menonton Laga di Pakansari
Senin, 26 Oktober 2026, 17.54 WITA

Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Dihentikan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Kompol Aditia Mulya Tutup Usia Setelah 7 Tahun Koma Akibat Pengeroyokan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Pembuktian Kasus Don Ritto dan Nurman
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Samsat Ciledug Blokir McLaren Usai Salah Tagih Pajak ke Mekanik
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Gara-Gara Tak Laporkan Pemilik Manfaat
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu
Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA

