Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Netanyahu Kecam Serangan Pemukim Ilegal di Tepi Barat

Perdana Menteri Israel mengecam tindakan kekerasan oleh pemukim ilegal terhadap warga Palestina di Qusra dan Jalud, menyebutnya sebagai aksi kriminal yang merusak citra negara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 22.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Netanyahu Kecam Serangan Pemukim Ilegal di Tepi Barat
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara tegas menolak aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok pemukim ilegal terhadap warga Palestina di desa Qusra, Tepi Barat, pada Sabtu (29/8). Ia menekankan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran hukum yang merugikan komunitas Yahudi yang taat hukum, mengganggu operasional militer Israel, serta merusak reputasi negara di kancah internasional. Insiden terjadi setelah ketegangan berkepanjangan selama tiga minggu di wilayah tersebut, yang sempat memicu blokade terhadap pasokan ke rumah-rumah warga Palestina dekat Nablus sejak awal Agustus.

Pada hari serangan, warga Qusra melaporkan kedatangan puluhan pemukim yang melempari penduduk dengan batu dan mengunci diri di dalam sebuah rumah saat warga Palestina masih berada di dalamnya. Salah seorang korban, Yussef Abdul Kareem Hassan, mengungkapkan bahwa sekelompok orang itu awalnya meminta bantuan, namun kemudian kembali dengan jumlah yang lebih besar dan melakukan pengepungan. Di desa Jalud yang berdekatan, serangan serupa juga menimpa sebuah keluarga Palestina serta tim media asing yang mendampinginya, menurut laporan dari kantor berita resmi Palestina, Wafa.

Militer Israel mengonfirmasi telah mengerahkan pasukan keamanan dan polisi perbatasan ke Qusra setelah menerima laporan kerusuhan. Dalam operasi tersebut, pasukan berhasil mengidentifikasi puluhan perusuh yang membarikade diri di dalam rumah warga Palestina. Kekerasan yang terjadi menyebabkan sejumlah warga Palestina mengalami luka, sebagaimana disampaikan oleh militer. Pasukan kemudian melakukan penyebaran kelompok korban dan pelaku, serta menyita kendaraan yang diduga digunakan dalam aksi tersebut sebagai alat bukti penyelidikan.

Penyelidikan atas insiden tersebut telah dibuka oleh polisi Israel, sementara militer menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan. Kekerasan oleh pemukim ilegal di Tepi Barat, yang telah berlangsung bertahun-tahun, kembali mencatat lonjakan dalam beberapa bulan terakhir. Wilayah tersebut dihuni sekitar 500.000 warga Israel dalam permukiman yang dianggap ilegal menurut hukum internasional, sementara sekitar tiga juta warga Palestina tinggal di wilayah yang diduduki sejak 1967. Data AFP berdasarkan Kementerian Kesehatan Palestina menunjukkan bahwa sejak Oktober 2023, sebanyak 1.103 warga Palestina tewas di Tepi Barat akibat serangan Israel atau pemukim, termasuk warga sipil dan anggota kelompok bersenjata. Di sisi lain, Israel mencatat 48 kematian warga Israel, termasuk warga sipil dan petugas keamanan, dalam konflik yang sama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya