Netanyahu Kecam Serangan Pemukim Ilegal di Tepi Barat
Perdana Menteri Israel mengecam tindakan kekerasan oleh pemukim ilegal terhadap warga Palestina di Qusra dan Jalud, menyebutnya sebagai aksi kriminal yang merusak citra negara.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 22.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara tegas menolak aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok pemukim ilegal terhadap warga Palestina di desa Qusra, Tepi Barat, pada Sabtu (29/8). Ia menekankan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran hukum yang merugikan komunitas Yahudi yang taat hukum, mengganggu operasional militer Israel, serta merusak reputasi negara di kancah internasional. Insiden terjadi setelah ketegangan berkepanjangan selama tiga minggu di wilayah tersebut, yang sempat memicu blokade terhadap pasokan ke rumah-rumah warga Palestina dekat Nablus sejak awal Agustus.
Pada hari serangan, warga Qusra melaporkan kedatangan puluhan pemukim yang melempari penduduk dengan batu dan mengunci diri di dalam sebuah rumah saat warga Palestina masih berada di dalamnya. Salah seorang korban, Yussef Abdul Kareem Hassan, mengungkapkan bahwa sekelompok orang itu awalnya meminta bantuan, namun kemudian kembali dengan jumlah yang lebih besar dan melakukan pengepungan. Di desa Jalud yang berdekatan, serangan serupa juga menimpa sebuah keluarga Palestina serta tim media asing yang mendampinginya, menurut laporan dari kantor berita resmi Palestina, Wafa.
Militer Israel mengonfirmasi telah mengerahkan pasukan keamanan dan polisi perbatasan ke Qusra setelah menerima laporan kerusuhan. Dalam operasi tersebut, pasukan berhasil mengidentifikasi puluhan perusuh yang membarikade diri di dalam rumah warga Palestina. Kekerasan yang terjadi menyebabkan sejumlah warga Palestina mengalami luka, sebagaimana disampaikan oleh militer. Pasukan kemudian melakukan penyebaran kelompok korban dan pelaku, serta menyita kendaraan yang diduga digunakan dalam aksi tersebut sebagai alat bukti penyelidikan.
Penyelidikan atas insiden tersebut telah dibuka oleh polisi Israel, sementara militer menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan. Kekerasan oleh pemukim ilegal di Tepi Barat, yang telah berlangsung bertahun-tahun, kembali mencatat lonjakan dalam beberapa bulan terakhir. Wilayah tersebut dihuni sekitar 500.000 warga Israel dalam permukiman yang dianggap ilegal menurut hukum internasional, sementara sekitar tiga juta warga Palestina tinggal di wilayah yang diduduki sejak 1967. Data AFP berdasarkan Kementerian Kesehatan Palestina menunjukkan bahwa sejak Oktober 2023, sebanyak 1.103 warga Palestina tewas di Tepi Barat akibat serangan Israel atau pemukim, termasuk warga sipil dan anggota kelompok bersenjata. Di sisi lain, Israel mencatat 48 kematian warga Israel, termasuk warga sipil dan petugas keamanan, dalam konflik yang sama.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


