New York Larang AI di Sekolah Dasar dan Menengah Pertama
Wali Kota New York memperkenalkan moratorium satu tahun terhadap penggunaan kecerdasan buatan di jenjang pendidikan dasar hingga SMP, menargetkan 600 ribu siswa.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 15.30 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengumumkan kebijakan pelarangan sementara penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam aktivitas belajar di sekolah dasar hingga kelas delapan mulai tahun ajaran mendatang. Keputusan ini berlaku selama satu tahun dan menekankan perlunya perlindungan terhadap perkembangan kognitif anak usia dini dari pengaruh teknologi yang belum teruji manfaatnya secara independen. Kebijakan ini menjangkau sekitar dua pertiga dari total siswa di sekolah negeri kota tersebut, mencakup jenjang 2-K hingga kelas delapan.
Mamdani menegaskan bahwa kebijakan ini muncul dari kekhawatiran terhadap eksploitasi data anak oleh perusahaan teknologi besar. Ia menyoroti kurangnya bukti ilmiah yang mendukung efektivitas AI dalam pendidikan anak usia sekolah dasar dan menengah, terutama ketika penelitian yang ada didanai oleh industri yang berkepentingan. “Orang tua berhak tahu bahwa anak-anak mereka tidak menjadi objek eksperimen digital demi keuntungan korporat,” tegasnya dalam konferensi pers di Brooklyn.
Sebanyak 38 program pendidikan berbasis AI akan segera dinonaktifkan jika tidak memenuhi standar keamanan dan transparansi baru, termasuk aplikasi bimbingan belajar seperti Amira yang menggunakan AI sebagai tutor membaca. Selain itu, perangkat digital pribadi akan dibatasi penggunaannya di kelas: dilarang untuk siswa prasekolah hingga kelas dua, dan dibatasi maksimal 30 menit per hari untuk kelas tiga hingga lima, serta 45 menit untuk SMP.
Untuk siswa SMA, pemerintah kota tetap membuka ruang eksplorasi terkendali melalui lima proyek percontohan yang melibatkan maksimal 50 ribu peserta, atau sekitar 5 persen dari total populasi siswa. Semua siswa SMA juga akan mengikuti pelatihan literasi AI dua kali setahun. Pengecualian diberikan untuk teknologi bantu penyandang disabilitas, pembelajaran bahasa Inggris, serta kegiatan pemrograman dan bahan ajar digital.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Menteri Perindustrian soroti potensi kendaraan Range Extended Electric Vehicle yang mampu menempuh 65 km per liter BBM dan menjangkau 1.600 km dengan pengisian penuh.
24 Oktober 2026

Pendidikan AI untuk Kedaulatan Ekonomi di Era Digital
Integrasi pembelajaran kecerdasan buatan di perguruan tinggi menjadi kunci membangun sumber daya manusia unggul dan produktif dalam ekonomi global.
24 Oktober 2026

DTIIF 2026 Dorong Investasi Global di Sektor Teknologi Indonesia
Forum investasi teknologi global DTIIF 2026 akan digelar di Jakarta, menawarkan peluang kolaborasi di enam sektor strategis dengan fokus pada ekosistem berbasis sumber daya dan inovasi.
24 Oktober 2026

Teknologi Baru Percepat Pemulihan Terumbu Karang yang Memutih
Penelitian terbaru menemukan metode alami mempercepat pemulihan terumbu karang yang memutih melalui kontak fisik dengan individu sehat dari klon yang sama.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

