Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Norwegia Pertimbangkan Larangan Kacamata Pintar Berkamera

Pemerintah Norwegia menyusun aturan ketat terhadap kacamata pintar berbasis kamera, menyusul kekhawatiran privasi dan potensi penyalahgunaan untuk rekaman tanpa izin.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 14.47 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 36x dibuka
Norwegia Pertimbangkan Larangan Kacamata Pintar Berkamera
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Norwegia kini mempertimbangkan larangan penggunaan kacamata pintar yang dilengkapi kamera dan konektivitas internet, menyusul munculnya ancaman terhadap privasi publik. Langkah ini diambil sebagai respons atas peningkatan penggunaan perangkat semacam Meta dan Snap yang dianggap rawan digunakan untuk merekam orang tanpa persetujuan, termasuk konten seksual. Menteri Digitalisasi Norwegia, Karianne Tung, menyatakan kekhawatiran mendalam terhadap tren penggabungan teknologi AI, kamera, dan mikrofon dalam perangkat sehari-hari seperti kacamata, headphone, dan aksesori lainnya.

Tung menekankan adanya risiko tinggi jika perangkat tersebut dilengkapi teknologi pengenalan wajah, yang dapat digunakan untuk melacak individu secara diam-diam di ruang publik. Ia menyoroti potensi penyalahgunaan dalam konteks pengawasan massal dan pelanggaran hak privasi, terutama dalam lingkungan yang tidak terlindungi secara hukum. Oleh karena itu, pemerintah berencana membentuk tim ahli untuk menilai dampak teknologi dan merekomendasikan peraturan perlindungan privasi yang lebih ketat.

Di tingkat internasional, reaksi serupa muncul di berbagai negara. Di Jerman, kelompok nirlaba HateAid telah mengajukan pengaduan pidana terhadap Meta dan produsen kacamata lainnya, menuntut pelarangan penjualan kacamata pintar berbasis AI, termasuk model Ray-Ban Meta Wayfarer. Mereka menyatakan perangkat tersebut melanggar regulasi perlindungan data, layanan digital, dan undang-undang telekomunikasi. Beberapa restoran dan ruang publik di Eropa bahkan sudah melarang penggunaan perangkat semacam itu, sementara di Amerika Serikat, penggunaannya dilarang di pengadilan.

Meski belum ada negara yang secara resmi melarang total kacamata pintar, sejumlah wilayah telah membatasi penggunaannya dalam kondisi tertentu, termasuk menetapkan area yang diperbolehkan atau dilarang. Istilah “kacamata mesum” mulai populer di kalangan kritikus karena potensi penyalahgunaan yang mengancam privasi. Pemerintah Norwegia menegaskan bahwa tindakan preventif diperlukan untuk mencegah eksploitasi teknologi di ruang umum, sekaligus menjaga keseimbangan antara inovasi dan hak dasar warga.

Komentar Pembaca (2)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu
  • AU
    Arifin umar4 Sep 2026, 15.14 WITA

    baiklah bagus beritanya

    ↩ Balas
  • AU
    Arifin umar4 Sep 2026, 15.14 WITA

    baiklah bagus beritanya

    ↩ Balas
Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya