OJK Dorong Penurunan Batas Harga Saham ke Rp1 untuk Dorong Likuiditas
OJK mendorong penurunan batas minimum harga saham di pasar reguler dan tunai dari Rp50 menjadi hingga Rp1 guna meningkatkan likuiditas dan keadilan mekanisme harga.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 07.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengusulkan perubahan aturan batas minimum harga saham di pasar reguler dan tunai, dari level sebelumnya Rp50 menjadi tidak lebih dari Rp1 per saham. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat likuiditas pasar dan memastikan mekanisme pembentukan harga yang lebih reflektif terhadap kondisi riil pasar modal.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa penyesuaian ini merupakan respons terhadap dinamika pasar yang menuntut fleksibilitas lebih tinggi, terutama bagi emiten kecil dan menengah yang sebelumnya kesulitan menarik minat investor karena batas harga yang terlalu tinggi. Tujuannya adalah menciptakan akses yang lebih merata bagi pelaku pasar dari berbagai skala.
Selain itu, OJK juga menekankan perlunya peningkatan transparansi dalam pengelolaan agunan melalui PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Dalam hal ini, perlu diperjelas besaran haircut yang diterapkan terhadap efek yang digunakan sebagai agunan, agar pelaku pasar memiliki pemahaman yang lebih akurat dan konsisten dalam mengelola risiko.
Di sisi lain, OJK terus mengkaji rancangan peraturan yang menyangkut demutualisasi bursa efek, sebagai tindak lanjut dari kewajiban hukum yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026. Proses penyusunan Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) telah memasuki tahap diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, meski belum selesai.
Pada ranah pengembangan pasar berkelanjutan, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah meluncurkan program IDX Green Equity Designation bagi emiten yang memenuhi kriteria saham hijau atau saham hijau transisi berdasarkan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) dan telah melalui verifikasi independen. Sementara itu, pasar karbon juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan total 159 pengguna jasa terdaftar hingga Agustus 2026 dan volume transaksi mencapai 1,98 juta ton CO2 ekivalen, bernilai Rp93,9 miliar secara kumulatif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


