OJK Tegaskan Kedisiplinan Pasar Modal dengan Denda Rp112,79 Miliar
OJK menjatuhkan denda total Rp112,79 miliar kepada 136 pihak di pasar modal hingga September 2026 sebagai bagian dari penegakan aturan dan penguatan pengawasan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 17.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menindak 136 pihak di sektor pasar modal dengan sanksi administratif mencapai total Rp112,79 miliar sepanjang periode Januari hingga September 2026. Penindakan ini dilakukan sebagai respons terhadap pelanggaran yang ditemukan dalam proses pemeriksaan, khususnya terkait pasar modal dan perdagangan efek. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Efek Karbon menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen OJK dalam memperkuat tata kelola dan kepatuhan di pasar modal Indonesia.
Selain denda, sejumlah sanksi lain diberlakukan, termasuk dua pencabutan izin, satu pembatalan Surat Tanda Terdaftar (STTD), enam pembekuan izin, 18 surat peringatan tertulis, serta lima perintah tertulis. Upaya ini dilakukan untuk menjamin kepatuhan terhadap regulasi dan menjaga keteraturan pasar. Sejalan dengan itu, OJK bersama organisasi pengatur mandiri (SRO) memperbarui peraturan pasar modal guna meningkatkan kualitas pembentukan harga, likuiditas, serta efisiensi perdagangan.
Salah satu perubahan utama adalah penghapusan batas minimum harga saham di pasar reguler dan pasar tunai, yang sebelumnya ditetapkan Rp50 per saham. Kini, harga saham dapat turun hingga Rp1 per saham, seiring efektivitas perubahan yang mulai berlaku sejak 28 September 2026. Aturan ini dirancang untuk memperluas akses pasar dan memperkuat mekanisme price discovery. Di samping itu, pengawasan terhadap perusahaan tercatat diperketat melalui penyempurnaan sistem pemantauan khusus yang menekankan kondisi fundamental dan kualitas transaksi.
Meski berbagai kebijakan penegakan hukum diterapkan, pasar modal domestik mengalami tekanan pada bulan September 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di level 6.071,14, mengalami koreksi 6,96 persen dibanding bulan sebelumnya. Volatilitas global akibat ketegangan geopolitik dan kenaikan suku bunga global turut memengaruhi aliran modal asing, yang mencatatkan net sell senilai Rp10,24 triliun pada bulan tersebut. Di pasar obligasi, ICBI turun 0,23 persen, sementara investor asing juga melakukan net sell di SBN sebesar Rp340 miliar. Namun, OJK menilai likuiditas pasar tetap terjaga dengan spread pasar rata-rata 1,2 persen, menunjukkan ketahanan sistem.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

INPS Perkuat Lini Bisnis Otomotif dengan Akuisisi 90% Saham Dealer
Perusahaan induk INPS resmi mengakuisisi 90% saham PT Tri Satria Indah Motor senilai Rp5,8 miliar, menandai ekspansi ke sektor otomotif roda tiga.
6 Oktober 2026

Bursa Mineral Awalnya Gunakan Rupiah dan Dolar AS
OJK pastikan transaksi di Bursa Mineral dan Komoditas Strategis dapat dilakukan dalam rupiah dan dolar AS pada tahap awal, dengan aturan berbasis POJK 2026.
6 Oktober 2026

HP Capital Lepas Saham LUCY Senilai Rp7,12 Miliar
Perusahaan investasi HP Capital Resources menjual total 27,67 juta saham LUCY senilai Rp7,12 miliar dalam tiga transaksi pada Oktober 2026.
6 Oktober 2026

Asing Jual Bersih Rp273,81 M, Lima Saham Ini Diborong Investor
Investor asing mencatat penjualan bersih Rp273,81 miliar di sesi I, namun lima saham justru mengalami akumulasi beli signifikan, didorong sentimen domestik dan global.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

Petani Karet Keluhkan Dukungan Pemerintah yang Minim
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.42 WITA

Tujuh Perusahaan Siap Melantai di BEI, Dua Beraset Jumbo
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.41 WITA

BUVA Gelar Rights Issue Rp1,54 Triliun untuk Perluas Pengembangan Properti
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

Rupiah Sempat Melemah, Akhirnya Menguat Tipis di Rp17.890
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

Euro Sentuh Level Terendah 17 Bulan Akibat Tekanan Fiskal Prancis
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

IHSG Melonjak 1,21% ke Level 6.192 di Tengah Kenaikan Sektor Energi
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

Franky Widjaja Resmi Jadi Pemilik KETR Lewat Sinar Mas
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

Rosan: BKPM Tetap Berjalan, Koordinasi Jadi Fokus Utama
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

