OJK Usul Tambahan Anggaran Rp 340,2 Miliar untuk Pengawasan Bursa Mineral
OJK mengusulkan kenaikan anggaran 2027 sebesar Rp 340,2 miliar untuk mendukung pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, termasuk infrastruktur, SDM, dan penguatan literasi keuangan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 20.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengajukan penyesuaian Rancangan Kerja dan Anggaran (RKA) tahun 2027 dengan penambahan dana sebesar Rp 340,2 miliar, membawa total anggaran menjadi Rp 10,58 triliun dari sebelumnya Rp 10,24 triliun. Kenaikan ini disebabkan oleh implementasi mandat baru berupa pembentukan bidang pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS), yang memerlukan struktur organisasi, infrastruktur pendukung, serta peningkatan kapasitas fungsi edukasi dan literasi keuangan.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa penyesuaian anggaran dilakukan setelah penetapan Kepala Eksekutif Pengawas BMKS melalui Rapat Paripurna DPR RI pada 27 Agustus 2026. Ia menegaskan bahwa struktur organisasi yang telah ditetapkan melalui Keputusan RDK Nomor 85 Tanggal 12 Agustus 2026 dirancang untuk memastikan pelaksanaan mandat BMKS berjalan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan kebijakan, perizinan, hingga pengawasan kelembagaan dan transaksi secara terintegrasi.
Dalam rinciannya, alokasi anggaran tambahan sebesar Rp 340,2 miliar dibagi menjadi dua bagian utama: Rp 197,51 miliar untuk bidang pengawasan BMKS dan Rp 142,69 miliar untuk penyediaan infrastruktur serta penguatan fungsi lainnya. Dari total tersebut, sebagian besar digunakan untuk kebutuhan SDM, pengembangan aplikasi digital, dan peningkatan infrastruktur teknologi informasi. Selain itu, dana juga dialokasikan untuk pembangunan gedung kantor pusat dan daerah, serta peningkatan sistem logistik dan digitalisasi layanan.
Komposisi pengeluaran anggaran tahun 2027 mencakup operasional sebesar Rp 1,18 triliun, administratif Rp 8,33 triliun, dan pengadaan aset Rp 1,06 triliun. Peningkatan anggaran pengadaan aset terutama menyangkut pembangunan infrastruktur kantor pusat dan daerah, serta pengadaan perangkat TI sebesar Rp 326,77 miliar. OJK juga menekankan bahwa seluruh pengelolaan anggaran tetap berada dalam batas sumber daya yang disetujui, dengan proyeksi saldo awal tahun 2028 sebesar Rp 3,30 triliun.
Sejalan dengan pengembangan struktur, OJK akan melakukan kajian mendalam terhadap regulasi yang ada, memproses perizinan bagi pelaku bursa dan lembaga pendukung, serta membangun sistem pelaporan terintegrasi untuk memastikan tata kelola BMKS berjalan transparan dan akuntabel. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem pasar komoditas strategis nasional, khususnya dalam mendukung pengembangan ICOMEX sebagai pusat perdagangan komoditas berjangka yang terkendali dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Partikel abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau barrier yang sudah rusak.
9 September 2026

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.
9 September 2026

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Pemilik hewan peliharaan di lima provinsi terdampak harus segera lindungi anabul dari paparan abu vulkanik dengan langkah-langkah praktis dan preventif.
9 September 2026

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Langkah tepat saat terpapar abu vulkanik mencakup menjauh dari sumber, membersihkan tubuh dengan hati-hati, dan segera ke dokter jika gejala memburuk.
9 September 2026
Berita Lainnya

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Rabu, 9 September 2026, 07.33 WITA


