Omzet Pedagang Anjlok, Pasar Pondok Labu Sepi Pengunjung
Pedagang di Pasar Pondok Labu melaporkan penurunan drastis omzet dari puluhan juta per bulan menjadi hanya Rp1–2 juta per hari, akibat perubahan pola belanja dan dominasi belanja daring.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 13.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pedagang perabot rumah tangga di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, Helmy Samsuddin, mengungkap kondisi pasar yang kini jauh dari kejayaan masa lalu. Ia menyebut omzet harian yang dulu bisa mencapai lebih dari Rp10 juta pada era 2005-an kini menyusut drastis, bahkan kini rata-rata hanya berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta per hari. Perubahan ini, menurut Helmy, mulai terasa sejak tiga tahun terakhir, seiring dengan meningkatnya preferensi masyarakat terhadap belanja online.
Helmy, yang telah berdagang sejak 1979, menyebut pasar kini nyaris tak lagi ramai. Ia memperkirakan hanya sekitar 20 persen dari kios di lantai satu yang masih beroperasi, sementara sebagian besar lainnya telah tutup atau beralih fungsi menjadi gudang penyimpanan. Bahkan, aktivitas pedagang sayur dan ikan yang dulu menjadi ciri khas pasar tersebut kini hampir tidak terlihat, menggambarkan kehidupan ekonomi yang kian lesu.
Pedagang makanan dan minuman, Firdaus, turut mengeluhkan kondisi serupa. Ia menyebut omzetnya kini hanya mencapai Rp500.000 hingga Rp600.000 per hari, jauh dari masa sebelum pandemi ketika bisa mencapai Rp45 juta hingga Rp60 juta per bulan. Ia menekankan bahwa bahkan pada hari libur atau momen besar sekalipun, jumlah pengunjung tetap minim, sehingga aktivitas dagang pun terhambat.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi para pedagang yang bergantung pada aktivitas pasar secara langsung. Mereka berharap pihak terkait, baik pemerintah maupun pengelola pasar, dapat mengambil langkah strategis untuk menarik kembali minat masyarakat, seperti penataan ulang fasilitas, promosi, atau penguatan sistem pemasaran lokal. Tanpa intervensi, ancaman tutupnya lebih banyak kios menjadi kenyataan.
Dengan penurunan signifikan omzet dan jumlah pengunjung, Pasar Pondok Labu kini menjadi simbol perubahan ekonomi pasar tradisional di tengah era digital. Harapan para pedagang terletak pada upaya kolektif untuk menyelamatkan ruang ekonomi mikro yang telah lama menjadi tulang punggung kehidupan ekonomi lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


