Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Omzet Pedagang Anjlok, Pasar Pondok Labu Sepi Pengunjung

Pedagang di Pasar Pondok Labu melaporkan penurunan drastis omzet dari puluhan juta per bulan menjadi hanya Rp1–2 juta per hari, akibat perubahan pola belanja dan dominasi belanja daring.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 13.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Omzet Pedagang Anjlok, Pasar Pondok Labu Sepi Pengunjung
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pedagang perabot rumah tangga di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, Helmy Samsuddin, mengungkap kondisi pasar yang kini jauh dari kejayaan masa lalu. Ia menyebut omzet harian yang dulu bisa mencapai lebih dari Rp10 juta pada era 2005-an kini menyusut drastis, bahkan kini rata-rata hanya berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta per hari. Perubahan ini, menurut Helmy, mulai terasa sejak tiga tahun terakhir, seiring dengan meningkatnya preferensi masyarakat terhadap belanja online.

Helmy, yang telah berdagang sejak 1979, menyebut pasar kini nyaris tak lagi ramai. Ia memperkirakan hanya sekitar 20 persen dari kios di lantai satu yang masih beroperasi, sementara sebagian besar lainnya telah tutup atau beralih fungsi menjadi gudang penyimpanan. Bahkan, aktivitas pedagang sayur dan ikan yang dulu menjadi ciri khas pasar tersebut kini hampir tidak terlihat, menggambarkan kehidupan ekonomi yang kian lesu.

Pedagang makanan dan minuman, Firdaus, turut mengeluhkan kondisi serupa. Ia menyebut omzetnya kini hanya mencapai Rp500.000 hingga Rp600.000 per hari, jauh dari masa sebelum pandemi ketika bisa mencapai Rp45 juta hingga Rp60 juta per bulan. Ia menekankan bahwa bahkan pada hari libur atau momen besar sekalipun, jumlah pengunjung tetap minim, sehingga aktivitas dagang pun terhambat.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi para pedagang yang bergantung pada aktivitas pasar secara langsung. Mereka berharap pihak terkait, baik pemerintah maupun pengelola pasar, dapat mengambil langkah strategis untuk menarik kembali minat masyarakat, seperti penataan ulang fasilitas, promosi, atau penguatan sistem pemasaran lokal. Tanpa intervensi, ancaman tutupnya lebih banyak kios menjadi kenyataan.

Dengan penurunan signifikan omzet dan jumlah pengunjung, Pasar Pondok Labu kini menjadi simbol perubahan ekonomi pasar tradisional di tengah era digital. Harapan para pedagang terletak pada upaya kolektif untuk menyelamatkan ruang ekonomi mikro yang telah lama menjadi tulang punggung kehidupan ekonomi lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya