Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Operasi Pasar Serentak di 113 Titik Cegah Inflasi Akhir Tahun

Bulog gelar operasi pasar serentak di 113 lokasi untuk menstabilkan harga pangan menjelang akhir tahun, dengan lima komoditas utama dijual murah secara merata.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 15.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Operasi Pasar Serentak di 113 Titik Cegah Inflasi Akhir Tahun
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perum Bulog melaksanakan operasi pasar secara serentak di 113 titik distribusi di seluruh Indonesia, termasuk di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, sebagai langkah antisipasi kenaikan harga komoditas pangan menjelang akhir tahun. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk mencegah inflasi, khususnya pada empat komoditas pokok dan bahan pokok lainnya.

Dalam operasi tersebut, lima jenis komoditas diperjualbelikan dengan harga yang seragam di seluruh wilayah Indonesia. Beras SPHP kemasan 5 kg dijual dengan harga Rp62.500, sedangkan beras premium 5 kg dibanderol Rp74.500. Minyak goreng merek MinyaKita 1 liter dihargai Rp15.700, gula putih merek ManisKita seharga Rp17.000 per kilogram, serta terigu merek Stupa seharga Rp12.000 per kilogram.

Rizal menjelaskan bahwa lebih dari 500 kepala cabang Bulog turun langsung ke lapangan dan melakukan rapat koordinasi secara daring dan tatap muka untuk memantau kondisi pasar secara real time. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan pasokan dan menindaklanjuti jika ditemukan lonjakan harga yang tidak wajar. Kolaborasi dengan Satgas Pangan juga diperkuat untuk memastikan kepatuhan terhadap harga eceran tertinggi (HET) di tingkat konsumen.

Untuk menangani kelangkaan beras premium di pasaran, Bulog telah menjalin komitmen dengan sejumlah ritel modern untuk menyalurkan 110 ribu ton beras dalam waktu satu bulan. Dari total tersebut, 75 ribu ton adalah beras premium yang akan segera didistribusikan. Upaya ini menunjukkan komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di tingkat masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya