Orangutan Sempurna Meninggal Dunia Akibat Asap Karhutla di Kalimantan Barat
Kematian orangutan bernama Sempurna di Ketapang, Kalimantan Barat, dikonfirmasi Kementerian Kehutanan akibat paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 08.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kementerian Kehutanan telah mengonfirmasi kematian satu individu orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama Sempurna yang ditemukan dalam kondisi kritis akibat gangguan pernapasan di wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Penyebab kematiannya diduga kuat akibat paparan asap dari kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Sempurna, yang sebelumnya menjadi perhatian publik karena kondisinya yang memprihatinkan, tidak mampu bertahan meski telah diberikan upaya medis.
Kegagalan pendaratan pesawat yang membawa Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Bandara Supadio, Kubu Raya, juga menjadi sorotan. Hal ini terjadi karena kabut asap tebal akibat karhutla menyelimuti area bandara, menghambat operasional penerbangan dan memperparah akses ke daerah terdampak. Kejadian tersebut menunjukkan skala dan dampak lingkungan yang signifikan dari kebakaran lahan yang terjadi secara masif di wilayah tersebut.
Di sisi lain, di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, proses pemulihan pasca-bencana kebakaran mulai dilakukan dengan tradisi Nyemulak, yaitu upacara penanaman tiang pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan kembali Rumah Adat Sasak dan Masjid Sade di Desa Rambitan. Upacara ini menjadi simbol kebangkitan budaya dan ketahanan masyarakat setempat pasca-kebakaran yang menghanguskan struktur adat utama.
Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga tengah melakukan penilaian kebutuhan bersama di wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan prioritas bantuan dan memastikan distribusi bantuan tepat sasaran. Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional mengakui terjadinya keracunan akibat Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo disebabkan kelalaian petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


