Orangutan Sempurna Meninggal Dunia Akibat Asap Kebakaran
Satwa orangutan bernama Sempurna di Ketapang tewas setelah mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap dari kebakaran hutan, setelah sempat diberi pertolongan medis.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 09.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Seekor orangutan kalimantan bernama Sempurna dinyatakan meninggal dunia pada 3 September 2026 di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, setelah mengalami kegagalan pernapasan akibat paparan asap. Satwa yang ditemukan di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, dalam kondisi sangat lemah, langsung menjadi fokus penanganan setelah laporan warga diterima sekitar pukul 07.00 WIB. Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bekerja sama dengan Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) segera melakukan evakuasi dan terapi darurat.
Sebelum dibawa ke pusat rehabilitasi, Sempurna menerima terapi oksigen dan cairan intravena sebagai upaya pertolongan pertama. Namun, kondisinya terus memburuk hingga pada pukul 14.00 WIB napasnya menjadi sangat dangkal dan saturasi oksigen tidak terdeteksi. Tim kemudian melakukan resusitasi jantung paru (CPR), tetapi upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa satwa yang telah berusia dewasa tersebut. Sempurna dinyatakan meninggal pada pukul 15.20 WIB.
Hasil nekropsi yang dilakukan pada 1 September 2026 menunjukkan adanya perubahan patologis signifikan pada organ paru-paru, jantung, dan ginjal. Berdasarkan riwayat klinis dan temuan medis, dugaan kuat menyatakan bahwa kerusakan organ paru-paru disebabkan oleh paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Gangguan tersebut memicu hipoksia akut—kekurangan oksigen dalam tubuh—yang kemudian memengaruhi sistem kardiovaskular hingga berujung pada kematian.
Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, menyampaikan duka atas kehilangan Sempurna dan menekankan pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan satwa liar yang membutuhkan pertolongan. Ia menegaskan bahwa laporan cepat dari warga menjadi kunci dalam penanganan darurat terhadap satwa yang terdampak bencana alam atau kondisi kritis. Ia mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan temuan satwa liar yang terlihat sakit atau terancam bahaya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


