Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Orangutan Sempurna Meninggal Dunia Akibat Asap Kebakaran

Satwa orangutan bernama Sempurna di Ketapang tewas setelah mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap dari kebakaran hutan, setelah sempat diberi pertolongan medis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 09.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Orangutan Sempurna Meninggal Dunia Akibat Asap Kebakaran
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seekor orangutan kalimantan bernama Sempurna dinyatakan meninggal dunia pada 3 September 2026 di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, setelah mengalami kegagalan pernapasan akibat paparan asap. Satwa yang ditemukan di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, dalam kondisi sangat lemah, langsung menjadi fokus penanganan setelah laporan warga diterima sekitar pukul 07.00 WIB. Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bekerja sama dengan Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) segera melakukan evakuasi dan terapi darurat.

Sebelum dibawa ke pusat rehabilitasi, Sempurna menerima terapi oksigen dan cairan intravena sebagai upaya pertolongan pertama. Namun, kondisinya terus memburuk hingga pada pukul 14.00 WIB napasnya menjadi sangat dangkal dan saturasi oksigen tidak terdeteksi. Tim kemudian melakukan resusitasi jantung paru (CPR), tetapi upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa satwa yang telah berusia dewasa tersebut. Sempurna dinyatakan meninggal pada pukul 15.20 WIB.

Hasil nekropsi yang dilakukan pada 1 September 2026 menunjukkan adanya perubahan patologis signifikan pada organ paru-paru, jantung, dan ginjal. Berdasarkan riwayat klinis dan temuan medis, dugaan kuat menyatakan bahwa kerusakan organ paru-paru disebabkan oleh paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Gangguan tersebut memicu hipoksia akut—kekurangan oksigen dalam tubuh—yang kemudian memengaruhi sistem kardiovaskular hingga berujung pada kematian.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, menyampaikan duka atas kehilangan Sempurna dan menekankan pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan satwa liar yang membutuhkan pertolongan. Ia menegaskan bahwa laporan cepat dari warga menjadi kunci dalam penanganan darurat terhadap satwa yang terdampak bencana alam atau kondisi kritis. Ia mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan temuan satwa liar yang terlihat sakit atau terancam bahaya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya