Pajak 0,5% dari Transaksi Marketplace Masuk Rancangan RAPBN 2027
Pemerintah dan DPR sepakat memasukkan kebijakan pajak 0,5% atas transaksi e-commerce dalam RAPBN 2027 untuk tingkatkan penerimaan negara, dengan pengecualian bagi UMKM beromzet di bawah Rp500 juta.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 13.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menetapkan kebijakan pemungutan pajak 0,5 persen atas transaksi yang dilakukan melalui platform perdagangan digital sebagai bagian dari strategi peningkatan pendapatan negara dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Keputusan ini diambil dalam hasil rapat kerja antara pemerintah dan Komisi XI DPR RI, yang membahas asumsi makro dan kebijakan fiskal untuk tahun anggaran mendatang.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah utama dalam perluasan basis perpajakan, khususnya untuk menjangkau sektor ekonomi digital yang sebelumnya belum sepenuhnya tercakup dalam sistem perpajakan. Komisi XI menekankan pentingnya pemanfaatan data dan teknologi untuk mengidentifikasi aktivitas ekonomi yang terjadi di luar sistem formal, termasuk ekonomi gelap dan sektor informal yang memiliki potensi penerimaan besar.
Dalam kesimpulan rapat, Ketua Komisi XI DPR RI menyatakan bahwa penerapan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas transaksi e-commerce sebesar 0,5 persen merupakan langkah konkret untuk mengintensifkan pajak digital. Namun, kebijakan ini tidak berlaku bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang beroperasi secara pribadi dengan omzet tahunan di bawah Rp500 juta. Pengecualian ini dimaksudkan untuk melindungi daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan usaha kecil.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, diperlukan penyederhanaan prosedur pengajuan surat pernyataan bebas pajak bagi UMKM yang memenuhi kriteria omzet. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban administratif tanpa mengurangi pengawasan fiskal, sekaligus menjamin keberlanjutan inklusi ekonomi di tengah upaya peningkatan penerimaan negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


