Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pariwisata RI Tumbuh Stabil di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, terukur dari kunjungan wisatawan, devisa, dan kontribusi terhadap PDB.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 21.14 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 24x dibuka
Pariwisata RI Tumbuh Stabil di Dua Tahun Prabowo-Gibran📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia dalam periode dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatatkan pencapaian yang konsisten. Data terbaru menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang tahun 2025 mencapai 15,39 juta kunjungan, mengalami kenaikan 10,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 1,2 miliar perjalanan selama tahun yang sama. Pada periode Januari hingga Agustus 2026, jumlah wisman telah mencapai 10,58 juta, tumbuh 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara wisnus mencapai 842,15 juta perjalanan, naik 4,29 persen.

Kontribusi ekonomi dari sektor pariwisata juga terus meningkat. Pada tahun 2025, devisa pariwisata berhasil menembus angka US$18,27 miliar atau setara Rp305,47 triliun, naik 9,41 persen dari tahun sebelumnya. Pada semester pertama 2026, devisa mencapai US$8,43 miliar (sekitar Rp140,95 triliun), tumbuh 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka-angka ini menunjukkan kestabilan dan pertumbuhan berkelanjutan dalam penerimaan devisa dari sektor wisata.

Lebih dari sekadar jumlah kunjungan, pemerintah menekankan pentingnya dampak ekonomi langsung yang dirasakan masyarakat dan daerah. Menurut Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, keberhasilan sektor ini diukur tidak hanya dari volume wisatawan, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang mereka tinggalkan—mulai dari peningkatan pendapatan pelaku usaha, penyerapan tenaga kerja, hingga pemerataan pembangunan di wilayah terpencil. Peningkatan kualitas infrastruktur, promosi global, serta penguatan destinasi berkelanjutan menjadi fokus utama dalam strategi pengembangan pariwisata nasional.

Pada tahun 2025, sektor pariwisata turut menyumbang 4,78 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), setara dengan nilai Rp1.138,90 triliun. Angka ini menunjukkan peran strategis pariwisata sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah berkomitmen untuk menjaga momentum ini dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta dalam memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan kualitas layanan bagi wisatawan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya