Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Patroli 24 Jam Jaga Habitat Gajah dari Karhutla

BKSDA Sumsel perkuat patroli nonstop di SM Padang Sugihan untuk mencegah karhutla merambat ke habitat dan koridor gajah Sumatra.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 18.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Patroli 24 Jam Jaga Habitat Gajah dari Karhutla
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, dengan menerapkan patroli terus-menerus selama 24 jam. Langkah ini diambil untuk melindungi habitat dan jalur pergerakan gajah Sumatra yang berada di kawasan konservasi tersebut. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi prioritas dalam menjaga keberlangsungan spesies langka yang terancam oleh ancaman kebakaran musim kemarau.

Tujuh posko pengendalian kebakaran telah didirikan di dalam kawasan SM Padang Sugihan sejak awal Agustus dan kini beroperasi penuh sepanjang waktu. Setiap posko dilengkapi tim patroli yang aktif memantau kondisi lahan dan menindaklanjuti potensi titik api sejak dini. Koordinasi intensif antarposko memastikan respons cepat jika terjadi kebakaran, sehingga risiko penyebaran api ke wilayah vital dapat diminimalkan.

Selain fokus pada pencegahan karhutla, BKSDA juga memperketat pengawasan terhadap gajah binaan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21. Setiap hari, mahout dan tim medis secara rutin memantau kondisi kesehatan, asupan nutrisi, dan ketersediaan air serta suplemen. Upaya ini dilakukan untuk menjamin kebutuhan dasar gajah tetap terpenuhi meskipun kondisi alam sedang kritis akibat kekeringan musim kemarau.

Pemantauan kondisi ekosistem terus dilakukan secara berkala guna menilai perkembangan kebakaran dan potensi dampaknya terhadap satwa liar serta keseimbangan ekosistem. BKSDA Sumsel menegaskan bahwa perlindungan habitat gajah merupakan prioritas utama, terutama di tengah meningkatnya ancaman kebakaran yang dapat mengganggu konsistensi jalur jelajah dan sumber daya alam yang dibutuhkan oleh satwa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya