Paylater Perbankan Tumbuh 31% di Tengah Kredit Nasional Melambat
Layanan paylater dari perbankan mencatat pertumbuhan 31,22% year on year hingga Juli 2026, jauh melampaui kenaikan kredit umum sebesar 13,58%.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 19.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Layanan kredit bayar nanti berbasis perbankan terus menunjukkan momentum pertumbuhan signifikan hingga Juli 2026, dengan baki debet mencapai Rp31,56 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan tahunan sebesar 31,22%, menunjukkan dominasi paylater dalam dinamika kredit konsumen di sektor perbankan. Data tersebut dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan dalam konferensi pers bulanan Agustus 2026, menegaskan posisi layanan ini sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan kredit di tengah kondisi ekonomi yang cenderung stabil.
Meski laju pertumbuhan sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya—yang sempat mencapai 33,54%—perkembangan paylater tetap jauh unggul dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan, yang hanya mencatat angka 13,58% pada periode yang sama. Dengan demikian, pertumbuhan kredit paylater mencatat angka lebih dari dua kali lipat dibandingkan kredit umum, menunjukkan adanya pergeseran preferensi konsumen terhadap produk keuangan berbasis fleksibilitas dan akses cepat.
Dalam laporan tersebut, OJK juga menyebutkan bahwa jumlah rekening paylater tercatat mencapai 33,50 juta pada Juli 2026, meningkat dari 32,77 juta rekening pada bulan sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan peningkatan penetrasi layanan di kalangan masyarakat, terutama di kalangan generasi muda dan pelaku usaha mikro yang memanfaatkan kredit digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK menegaskan bahwa baki debet paylater yang dilaporkan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) mencapai 0,35% dari total kredit perbankan secara nasional. Meskipun secara proporsional masih kecil, pertumbuhan yang tinggi menunjukkan potensi dan dinamika yang perlu dipantau secara intensif oleh regulator guna menjaga stabilitas sistem keuangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


