Pelajar dari Nusantara Jelajahi Transisi Energi di PLTA Bandung
Sebelas pelajar SMA dari berbagai daerah mengikuti program edukasi lingkungan di PLTA Bengkok Bandung untuk memahami konversi energi alam dan pelestarian sumber daya air secara langsung.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 15.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Sebelas siswa SMA terpilih dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti Program KELANA Episode 4 di Bandung, Jawa Barat, dalam rangka memperdalam pemahaman tentang transisi energi dan konservasi lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya strategis Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap isu keberlanjutan. Kunjungan dimulai di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bengkok, salah satu fasilitas energi bersejarah yang telah beroperasi sejak 1923 dan memanfaatkan Sungai Cikapundung sebagai sumber utama.
Di lokasi tersebut, peserta diajak menyaksikan secara langsung proses konversi energi dari air menjadi listrik. Mereka diperkenalkan pada sistem turbin dan generator yang menjadi inti dari pembangkit listrik tenaga air. Tim Leader PLTA Bengkok, Hamzah Wildan Muharam, menjelaskan pentingnya menjaga kualitas air sebelum digunakan dalam proses pembangkitan. Ia menegaskan bahwa sampah yang terkumpul dari aliran sungai diproses dan didistribusikan ke tempat pembuangan sampah terdekat sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan korporat.
Puteri Indonesia Lingkungan 2026, Victoria Titiasari Kosasieputri, menyambut baik program ini sebagai wadah nyata untuk memperluas wawasan generasi muda. Ia menekankan bahwa pengalaman langsung di lapangan jauh lebih efektif dibandingkan pembelajaran teoretis di kelas. “Melihat turbin dan generator secara langsung membuat materi yang selama ini hanya ada di buku pelajaran menjadi nyata dan lebih bermakna,” ujarnya. Banyak peserta yang menyampaikan kekaguman terhadap proses teknis yang kompleks namun tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan.
Salah satu peserta, Najwa Aisyah Raihanah dari SMAN 2 Purworejo, mengungkapkan bahwa kunjungan ini menjawab berbagai pertanyaan yang selama ini menggantung di benaknya. “Saya selalu bertanya, bagaimana air dari bendungan bisa langsung menyala di rumah? Sekarang sudah terjawab. Ini pengalaman yang sangat berharga,” kata dia. Program ini diharapkan mampu membentuk pemuda yang tidak hanya memahami isu lingkungan, tetapi juga siap menjadi agen perubahan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


