Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pelajar dari Nusantara Jelajahi Transisi Energi di PLTA Bandung

Sebelas pelajar SMA dari berbagai daerah mengikuti program edukasi lingkungan di PLTA Bengkok Bandung untuk memahami konversi energi alam dan pelestarian sumber daya air secara langsung.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 15.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pelajar dari Nusantara Jelajahi Transisi Energi di PLTA Bandung
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebelas siswa SMA terpilih dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti Program KELANA Episode 4 di Bandung, Jawa Barat, dalam rangka memperdalam pemahaman tentang transisi energi dan konservasi lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya strategis Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap isu keberlanjutan. Kunjungan dimulai di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bengkok, salah satu fasilitas energi bersejarah yang telah beroperasi sejak 1923 dan memanfaatkan Sungai Cikapundung sebagai sumber utama.

Di lokasi tersebut, peserta diajak menyaksikan secara langsung proses konversi energi dari air menjadi listrik. Mereka diperkenalkan pada sistem turbin dan generator yang menjadi inti dari pembangkit listrik tenaga air. Tim Leader PLTA Bengkok, Hamzah Wildan Muharam, menjelaskan pentingnya menjaga kualitas air sebelum digunakan dalam proses pembangkitan. Ia menegaskan bahwa sampah yang terkumpul dari aliran sungai diproses dan didistribusikan ke tempat pembuangan sampah terdekat sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan korporat.

Puteri Indonesia Lingkungan 2026, Victoria Titiasari Kosasieputri, menyambut baik program ini sebagai wadah nyata untuk memperluas wawasan generasi muda. Ia menekankan bahwa pengalaman langsung di lapangan jauh lebih efektif dibandingkan pembelajaran teoretis di kelas. “Melihat turbin dan generator secara langsung membuat materi yang selama ini hanya ada di buku pelajaran menjadi nyata dan lebih bermakna,” ujarnya. Banyak peserta yang menyampaikan kekaguman terhadap proses teknis yang kompleks namun tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan.

Salah satu peserta, Najwa Aisyah Raihanah dari SMAN 2 Purworejo, mengungkapkan bahwa kunjungan ini menjawab berbagai pertanyaan yang selama ini menggantung di benaknya. “Saya selalu bertanya, bagaimana air dari bendungan bisa langsung menyala di rumah? Sekarang sudah terjawab. Ini pengalaman yang sangat berharga,” kata dia. Program ini diharapkan mampu membentuk pemuda yang tidak hanya memahami isu lingkungan, tetapi juga siap menjadi agen perubahan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya