Pemegang Sukuk Tolak Rencana Restrukturisasi Pos Indonesia
Pemegang sukuk PT Pos Indonesia menolak rencana restrukturisasi dan pengesampingan kewajiban finansial dalam RUPSI, dengan 91,92% suara menolak dua agenda utama.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Rapat Umum Pemegang Sukuk Ijarah (RUPSI) PT Pos Indonesia (Persero) yang digelar pada 4 September 2026 menghasilkan keputusan menolak dua agenda utama, termasuk rencana restrukturisasi perusahaan dan pengesampingan financial covenant. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pemungutan suara yang sah dan mengikat, sesuai laporan dari notaris yang dikutip dalam keterbukaan informasi BEI pada 8 September 2026.
Total nilai pokok sukuk yang masih belum dilunasi mencapai Rp500 miliar, dengan sekitar 91,92% dari jumlah tersebut, atau senilai Rp459,6 miliar, menyatakan ketidaksetujuan terhadap Agenda 2 dan 3 RUPSI. Angka ini didasarkan pada suara yang diwakili oleh pemegang sukuk dan/atau kuasa pemegang sukuk yang hadir, setelah mengurangi nilai sukuk sebesar Rp10 juta yang dimiliki oleh emiten atau afiliasinya.
Agenda RUPSI mencakup tiga poin utama: evaluasi kondisi keuangan Pos Indonesia, persetujuan atas rencana transformasi dan restrukturisasi sebagai langkah pemulihan, serta permohonan waiver terhadap kewajiban finansial berdasarkan laporan keuangan audited tahun 2025 dan 2026. Namun, keberhasilan rencana pemulihan kini menghadapi tantangan karena penolakan dari mayoritas pemegang sukuk, yang menunjukkan ketidakpercayaan terhadap arah perbaikan yang diusulkan.
Perusahaan yang kini dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menilai bahwa hingga saat ini hanya 30% dari permasalahan struktural yang perlu diperbaiki. Dony Oskaria, Chief Operating Officer BPI Danantara, menyebut fokus utama perbaikan meliputi BUMN karya, logistik, dan dana pensiun, dengan transformasi di PT Pos Indonesia ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Namun, penolakan pemegang sukuk menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap proses transformasi masih harus dibangun secara lebih kuat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


