Pemerintah dan DPR Sepakati Anggaran Subsidi Energi 2027
Anggaran subsidi energi untuk 2027 disepakati sebesar Rp 261,5 triliun, lebih rendah dari usulan awal namun tetap lebih tinggi dibanding realisasi 2026.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 15.33 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat telah menyetujui anggaran subsidi energi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 senilai Rp 261,5 triliun. Penetapan ini menunjukkan penyesuaian terhadap usulan awal yang mencapai Rp 272,94 triliun, dengan pengurangan sebesar Rp 11,44 triliun. Keputusan ini diambil dalam proses pembahasan bersama yang melibatkan menteri keuangan dan pimpinan DPR.
Pemangkasan anggaran terutama terjadi pada dua komponen utama, yakni subsidi BBM tertentu dan LPG tabung 3 kg. Subsidi BBM kini ditetapkan sebesar Rp 28,34 triliun, turun dari usulan awal Rp 28,69 triliun. Sementara subsidi LPG tabung 3 kg direvisi menjadi Rp 103,05 triliun, turun dari angka awal Rp 114,14 triliun. Kedua item ini mengalami penyesuaian karena penurunan volume penyaluran yang diperkirakan akibat penyesuaian kebijakan distribusi dan efisiensi konsumsi.
Sementara itu, alokasi subsidi listrik tahun berjalan tetap dipertahankan sebesar Rp 117,84 triliun, sesuai dengan usulan awal. Demikian pula dengan anggaran subsidi listrik kurang bayar untuk tahun 2025 yang tetap dipertahankan di angka Rp 12,26 triliun. Pemertahanan anggaran ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga ketersediaan listrik bagi masyarakat, terutama di wilayah terpencil dan berpenghasilan rendah.
Ketua Banggar DPR Said Abdullah menjelaskan bahwa penurunan volume penyaluran BBM dan LPG menjadi pertimbangan utama dalam penyesuaian anggaran. Ia menyebutkan bahwa volume penyaluran minyak solar dan LPG tabung 3 kg diperkirakan turun menjadi 19.561 ribu kiloliter dan 8.000 ribu metrik ton, masing-masing. Selain itu, subsidi minyak solar tetap diatur pada level Rp 1.000 per liter sebagai upaya menyeimbangkan kebutuhan dan kemandirian anggaran negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
PT Vaksindo Satwa Nusantara sukses mengekspor vaksin hewan senilai Rp1,9 miliar ke empat negara Afrika sebagai langkah ekspansi pasar pertama di benua tersebut.
24 September 2026

Anggaran Kemenhub 2027 Rp32,9 Triliun, Laut Terbesar
Ditjen Perhubungan Laut menjadi penerima anggaran terbesar di Kemenhub dengan Rp10,49 triliun, menyesuaikan prioritas peningkatan keselamatan dan konektivitas maritim.
24 September 2026

Anggaran 2027 Basarnas Belum Cukup, Kekurangan Rp2,29 Triliun
Basarnas mengalokasikan anggaran Rp1,56 triliun untuk 2027, masih kurang Rp2,29 triliun dari kebutuhan sebenarnya, terutama untuk sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan.
24 September 2026

Pemerintah Masih Rancang Desain Program Rekening Gratis
Pemerintah belum menentukan anggaran detail dan desain pelaksanaan program pembukaan rekening gratis dengan saldo awal Rp50 ribu untuk masyarakat.
24 September 2026
Berita Lainnya

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Kamis, 24 September 2026, 23.28 WITA

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Gen Z AS Dorong Masuknya Mobil Listrik China
Kamis, 24 September 2026, 23.13 WITA

