Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Dorong Pendidikan Anak Pekerja Migran di Luar Negeri

Pemerintah menyalurkan bantuan pendidikan bagi 25 anak pekerja migran di Malaysia, menegaskan komitmen melindungi keluarga pekerja, bukan hanya individu yang bekerja di luar negeri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 18.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pemerintah Dorong Pendidikan Anak Pekerja Migran di Luar Negeri
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia kembali menegaskan bahwa perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) meluas hingga ke ranah keluarga, khususnya anak-anak yang tinggal jauh dari tanah air. Dalam kegiatan kolaborasi antarkementerian di Kuala Lumpur, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menekankan bahwa negara hadir bukan hanya saat proses berangkat dan pulang, tetapi juga dalam menjaga keutuhan dan masa depan generasi yang ditinggalkan.

Sebanyak 25 anak pekerja migran yang tinggal di berbagai sanggar bimbingan di Malaysia menerima bantuan pendidikan secara langsung. Setiap anak mendapatkan dana sebesar 500 ringgit Malaysia (setara Rp2,1 juta), dengan total nilai bantuan mencapai 12.500 ringgit (sekitar Rp54,5 juta). Bantuan ini disalurkan sebagai bentuk nyata upaya pemerintah untuk memastikan akses pendidikan tetap terbuka, meskipun anak-anak tersebut tidak berada di lingkungan keluarga secara fisik.

Mukhtarudin menegaskan bahwa pekerja migran bukan hanya tenaga kerja, tetapi juga bagian dari struktur sosial yang menopang kehidupan keluarga. Dengan demikian, kesejahteraan mereka tidak boleh dinilai secara sempit dari sisi upah atau kondisi kerja, melainkan juga melibatkan keberlanjutan pendidikan anak. Ia menekankan bahwa pendidikan menjadi kunci untuk memutus siklus kemiskinan dan ketidaksetaraan sosial yang kerap menghantui keluarga pekerja migran.

Pemerintah menyadari bahwa keputusan seseorang untuk bekerja di luar negeri sering kali didorong oleh harapan untuk memperbaiki kondisi keluarga, terutama pendidikan anak. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen agar anak-anak pekerja migran tidak menjadi korban dari ketidakpastian ekonomi orang tua mereka. Menjaga masa depan anak-anak pekerja migran, menurutnya, sama artinya dengan menjaga masa depan bangsa secara keseluruhan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya