Pemerintah Dorong Pendidikan Anak Pekerja Migran di Luar Negeri
Pemerintah menyalurkan bantuan pendidikan bagi 25 anak pekerja migran di Malaysia, menegaskan komitmen melindungi keluarga pekerja, bukan hanya individu yang bekerja di luar negeri.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 18.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia kembali menegaskan bahwa perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) meluas hingga ke ranah keluarga, khususnya anak-anak yang tinggal jauh dari tanah air. Dalam kegiatan kolaborasi antarkementerian di Kuala Lumpur, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menekankan bahwa negara hadir bukan hanya saat proses berangkat dan pulang, tetapi juga dalam menjaga keutuhan dan masa depan generasi yang ditinggalkan.
Sebanyak 25 anak pekerja migran yang tinggal di berbagai sanggar bimbingan di Malaysia menerima bantuan pendidikan secara langsung. Setiap anak mendapatkan dana sebesar 500 ringgit Malaysia (setara Rp2,1 juta), dengan total nilai bantuan mencapai 12.500 ringgit (sekitar Rp54,5 juta). Bantuan ini disalurkan sebagai bentuk nyata upaya pemerintah untuk memastikan akses pendidikan tetap terbuka, meskipun anak-anak tersebut tidak berada di lingkungan keluarga secara fisik.
Mukhtarudin menegaskan bahwa pekerja migran bukan hanya tenaga kerja, tetapi juga bagian dari struktur sosial yang menopang kehidupan keluarga. Dengan demikian, kesejahteraan mereka tidak boleh dinilai secara sempit dari sisi upah atau kondisi kerja, melainkan juga melibatkan keberlanjutan pendidikan anak. Ia menekankan bahwa pendidikan menjadi kunci untuk memutus siklus kemiskinan dan ketidaksetaraan sosial yang kerap menghantui keluarga pekerja migran.
Pemerintah menyadari bahwa keputusan seseorang untuk bekerja di luar negeri sering kali didorong oleh harapan untuk memperbaiki kondisi keluarga, terutama pendidikan anak. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen agar anak-anak pekerja migran tidak menjadi korban dari ketidakpastian ekonomi orang tua mereka. Menjaga masa depan anak-anak pekerja migran, menurutnya, sama artinya dengan menjaga masa depan bangsa secara keseluruhan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Ekonomi, Pemerintah Diminta Segera Respons
Erupsi Anak Krakatau picu gangguan transportasi hingga 2.961 penerbangan dibatalkan, berdampak pada pariwisata, logistik, dan pendapatan masyarakat, perlu respons terkoordinasi dari pemerintah.
9 September 2026

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


