Pemerintah Percepat Pembangunan PSEL untuk Manfaatkan Sampah Jadi Energi
Pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi listrik (PSEL) guna mendukung tata kelola lingkungan berkelanjutan dan memperkuat kemandirian energi nasional.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 15.34 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 17x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tata kelola lingkungan. Dengan pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir, program ini menekankan pengolahan sampah sejak sumbernya, memastikan material yang masih bernilai dimanfaatkan secara optimal. Fasilitas PSEL menjadi solusi konkret untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, sekaligus mengubah limbah menjadi sumber energi terbarukan.
Hingga empat bulan terakhir, empat lokasi PSEL telah memulai konstruksi, termasuk di Denpasar Raya, Bekasi, Bogor Raya 1, dan Legok Nangka Bandung. Pemerintah menargetkan pembangunan minimal 21 fasilitas PSEL hingga akhir 2028 atau 2029. Percepatan ini didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mempermudah prosedur perizinan serta memperkuat sinergi antarinstansi pemerintah pusat dan daerah, sehingga proyek dapat berjalan lebih efisien dan cepat.
Melalui PSEL, Indonesia berupaya mengubah paradigma pengelolaan sampah dari sekadar pembuangan menjadi pemanfaatan sumber daya. Sampah yang tidak bisa didaur ulang dikelola sebagai bahan baku produksi energi listrik, memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Di samping itu, sistem registri unit karbon (SRUK) telah diluncurkan sebagai fondasi tata kelola pasar karbon nasional yang transparan dan terstruktur, mendukung upaya mitigasi perubahan iklim secara sistemik.
Penguatan lingkungan ini berjalan bersamaan dengan kemajuan di sektor pangan. Dalam dua tahun terakhir, Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan pada delapan komoditas utama, termasuk beras, jagung, gula konsumsi, cabai, telur, daging ayam, dan bawang merah. Menteri Koordinator Bidang Pangan menegaskan bahwa kemandirian pangan harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan petani, nelayan, dan pelaku ekonomi lokal. Kenaikan harga gabah dan jagung, serta kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) dari 116 menjadi 131, menjadi indikator nyata keberhasilan kebijakan.
Pemerintah juga memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang kini telah beroperasi sebanyak 10.070 unit dengan target mencapai 35 ribu hingga 40 ribu unit pada akhir tahun. Selain itu, 100 Kampung Nelayan Merah Putih dibangun, dan budidaya ikan tematik disiapkan di 40.000 titik untuk mendukung perekonomian pesisir. Semua inisiatif ini dirancang untuk memperpendek rantai distribusi dan memperluas akses ekonomi kepada masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IKN Tahap II Lanjut, Fokus Bangun Gedung Negara dan Hunian ASN
Pembangunan IKN Tahap II terus berjalan sesuai rencana, dengan fokus pada infrastruktur pemerintahan dan penyelesaian hunian ASN, didukung pendanaan dari APBN, KPBU, swasta, dan hibah internasional.
24 Oktober 2026

Keanu Reeves Dekati Proyek Baru James Wan Bersama Don Lee
Keanu Reeves dikabarkan dalam negosiasi untuk membintangi film adaptasi Hollywood The Gangster, The Cop, The Devil bersama Don Lee, di bawah arahan James Wan.
24 Oktober 2026

Wali Kota Bekasi Tinjau Langsung Progres 9 Titik Infrastruktur
Wali Kota Bekasi meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur di sembilan titik, fokus pada penanganan banjir dan perbaikan jalan, dengan target penyelesaian sebagian besar pekerjaan hingga akhir tahun ini.
23 Oktober 2026

Percepatan Jalan Perbatasan Kalimantan Targetkan Selesai 2028
Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat penyelesaian jalan perbatasan Indonesia-Malaysia sepanjang 2.300 km dengan fokus pada 300 km di fase pertama, sesuai arahan Presiden.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

