Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kapolda Jatim Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Lewat Subuh Keliling

Kapolda Jatim serap aspirasi langsung dari warga melalui Subuh Keliling, tegaskan kehadiran polisi harus bermanfaat dan dekat dengan masyarakat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 12.23 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 13x dibuka
Kapolda Jatim Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Lewat Subuh Keliling📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono menggelar kegiatan Subuh Keliling di Masjid Al Hikmah, Gayungsari, Surabaya, sebagai bentuk komitmen menjaga sinergi dengan masyarakat. Kegiatan yang dimulai pukul 03.30 WIB ini menjadi ajang dialog langsung antara aparat kepolisian dan warga, sekaligus wadah menyerap keluhan dan masukan tentang kondisi keamanan di lingkungan sekitar. Dekananto menekankan pentingnya polisi hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi sebagai mitra dalam membangun keamanan bersama.

Dalam dialog tersebut, Kapolda menekankan bahwa kehadiran kepolisian harus memberi manfaat nyata bagi rakyat. Ia menegaskan bahwa setiap anggota harus menjaga profesionalisme, humanis, dan integritas dalam bertugas. "Jangan sampai kehadiran polisi justru menjadi beban. Ambil hati masyarakat, bukan hartanya. Jangan pernah menyakiti rakyat, baik dengan ucapan maupun tindakan," tegasnya. Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan saran, serta menegaskan bahwa anggota yang melanggar akan diberi sanksi tegas sesuai aturan.

Masalah narkotika, khususnya yang mengancam generasi muda, menjadi perhatian utama. Dekananto menyatakan bahwa pemberantasan peredaran narkoba menjadi prioritas utama dan harus dilakukan tanpa kompromi. Ia mengajak masyarakat untuk turut serta dengan melaporkan dugaan aktivitas ilegal, karena kepolisian akan menindak tegas dan melakukan penyelidikan aset hasil kejahatan. Selain itu, kasus pencurian kendaraan bermotor dan pencurian dengan kekerasan juga menjadi fokus, dengan penekanan bahwa setiap laporan harus ditangani serius, tak peduli nilai kerugian korban.

Kapolda juga menyikapi keluhan warga terkait penggunaan pengeras suara dengan volume tinggi yang mengganggu ketertiban lingkungan. Ia menyatakan akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menertibkan praktik tersebut sesuai peraturan yang berlaku. Melalui kegiatan ini, ia berharap terjadi pencairan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat, sehingga masukan langsung dari warga dapat menjadi dasar perbaikan layanan.

Dekananto menegaskan bahwa meskipun keterbatasan personel menjadi tantangan, kepolisian tetap berkomitmen untuk mengoptimalkan pelayanan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan tidak bisa dicapai tanpa keterlibatan aktif masyarakat. Dengan pendekatan yang berbasis pada kepercayaan dan keterbukaan, Polri di Jawa Timur berupaya membangun iklim yang aman, kondusif, dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya