Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Perkuat Akses Modal dan Pasar bagi Desa Melalui KDKMP

Pemerintah siapkan akses permodalan murah dan mekanisme pembelian siaga melalui Koperasi Desa Merah Putih untuk tingkatkan ketahanan ekonomi pedesaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 22.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Pemerintah Perkuat Akses Modal dan Pasar bagi Desa Melalui KDKMP
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kini memperluas peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai jaringan ekonomi desa yang tidak hanya menyalurkan barang kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi sarana permodalan bagi masyarakat pedesaan. Menteri Koordinator Bidang Pangan menyatakan bahwa akses ke dana pinjaman dengan bunga rendah menjadi prioritas, terutama untuk menekan beban keuangan yang saat ini masih tinggi di wilayah desa.

Banyak masyarakat desa masih menghadapi biaya pinjaman mencapai satu persen per hari, setara 26 hingga 28 persen per tahun, jauh lebih tinggi dibandingkan bunga di kawasan perkotaan yang berkisar 9 persen. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah akan memperluas jaringan agen perbankan seperti BRILink dan BNI Agen 46 ke desa-desa terpencil, dengan target bunga pinjaman sekitar 8 persen per tahun. Langkah ini diharapkan mampu menyeimbangkan akses keuangan antara kota dan desa.

Selain permodalan, KDKMP juga dibekali fungsi offtaker atau pembeli siaga terhadap hasil pertanian dan perikanan. Dalam kondisi harga komoditas turun, seperti gabah yang anjlok hingga Rp5.000 per kilogram, pemerintah menetapkan harga acuan Rp6.500 per kilogram. Pada situasi tersebut, KDKMP akan membeli hasil produksi petani, sehingga memastikan tidak ada kerugian ekonomi akibat fluktuasi harga pasar.

Kebijakan serupa juga diterapkan bagi nelayan. Pemerintah akan membangun fasilitas pendukung di kawasan pemukiman nelayan, seperti balai lelang, cold storage, mesin pendingin, pabrik es, dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Dengan fasilitas ini, nelayan dapat menyimpan hasil tangkapan saat harga ikan rendah, lalu menjualnya kembali saat harga membaik, sehingga posisi tawar mereka meningkat.

Tujuan utama dari integrasi ini adalah menciptakan sistem perlindungan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat desa, sekaligus memastikan produksi lokal memiliki pasar yang stabil. Dengan permodalan murah dan mekanisme pembelian siaga, KDKMP diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa yang terintegrasi dan mandiri.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya