Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Perkuat Ekosistem Wisata Kebugaran Nasional

Kementerian Pariwisata memetakan potensi dan ekosistem wisata kebugaran untuk tingkatkan kualitas layanan pariwisata secara berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 13.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pemerintah Perkuat Ekosistem Wisata Kebugaran Nasional
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Pariwisata kini tengah menyusun peta potensi wisata kebugaran di seluruh wilayah Indonesia sebagai langkah strategis dalam memperkuat daya saing sektor pariwisata. Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan potensi alam, budaya, dan tradisi lokal yang dapat dijadikan dasar pengembangan layanan kebugaran yang autentik dan berkelanjutan. Dalam rapat koordinasi di Jakarta, pejabat kementerian menekankan pentingnya pendekatan terintegrasi dalam membangun ekosistem tersebut.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Industri dan Investasi menyampaikan bahwa wisata kebugaran bukan sekadar layanan relaksasi, melainkan pengalaman yang memberi manfaat mendalam bagi wisatawan. Ia menekankan bahwa saat wisatawan kembali ke tanah air, mereka seharusnya merasa lebih seimbang secara fisik dan mental setelah menjalani terapi atau merasakan alam Indonesia. Pengalaman seperti ini menjadi nilai tambah yang dapat membedakan destinasi Indonesia dari negara lain.

Untuk mewujudkan visi tersebut, kementerian menggandeng berbagai lembaga dan asosiasi terkait, termasuk Kementerian Kesehatan, dinas pariwisata daerah, serta organisasi profesi seperti ASPI, PRASTIKA, PPPKI, dan BSWA. Kolaborasi ini bertujuan memastikan standar kualitas, keamanan, dan keberlanjutan layanan. Selain itu, pemerintah sedang menyusun katalog usaha kebugaran nasional yang akan terintegrasi ke dalam sistem data Indonesia Travel, sehingga memudahkan akses informasi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pengembangan wisata kebugaran juga akan melibatkan pelaku usaha perhotelan, agen perjalanan, dan penyelenggara pameran, agar ekosistem berjalan dari hulu hingga hilir. Dengan memanfaatkan kekayaan alam dan tradisi lokal, seperti terapi air panas, pengobatan tradisional, dan ritus spiritual di berbagai daerah, Indonesia dapat menciptakan produk wisata kebugaran yang unik dan berbeda. Tujuannya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata yang inklusif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya