Pemerintah Prioritaskan Gas untuk Industri Dalam Negeri
Rencana penghentian ekspor gas bumi menjadi bukti komitmen pemerintah memenuhi kebutuhan industri domestik demi percepatan hilirisasi dan pertumbuhan ekonomi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 22x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini menunjukkan keberpihakan nyata terhadap sektor industri nasional melalui kebijakan penghentian ekspor gas bumi. Langkah ini diambil untuk menjamin pasokan gas yang stabil dan berkelanjutan bagi pelaku industri dalam negeri, terutama yang bergantung pada gas sebagai sumber energi utama. Keputusan ini dinilai sebagai respons strategis terhadap tantangan pasokan gas yang selama ini menghambat produktivitas dan ekspansi produksi di berbagai lini manufaktur.
Dalam pernyataannya, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian menegaskan bahwa ketersediaan gas yang memadai menjadi pilar penting dalam meningkatkan kapasitas produksi, menarik investasi, serta memperkuat daya saing industri nasional. Ia menilai, menghentikan ekspor gas ke negara lain merupakan langkah yang tepat, terlebih saat ini banyak industri dalam negeri mengalami kesulitan mendapatkan pasokan. Dengan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri, pemerintah menunjukkan arah kebijakan yang berpihak pada kepentingan ekonomi dalam negeri.
Kebijakan ini juga mendapat apresiasi dari pelaku industri, termasuk Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI). Edy Suyanto menyatakan bahwa industri keramik, sebagai salah satu penerima Harga Gas Bumi untuk Tujuan Khusus (HGBT), telah lama menanti kepastian pasokan gas dengan harga yang kompetitif. Ia menekankan bahwa kebijakan ini akan menjadi pemicu utama bagi pemulihan operasional pabrik, peningkatan utilisasi, serta kelanjutan rencana ekspansi yang sempat tertunda.
Menurut Edy, keberadaan gas yang terjamin akan menciptakan efek berganda bagi sektor-sektor pendukung seperti konstruksi, properti, transportasi, dan industri bahan baku. Dengan meningkatnya aktivitas produksi, ekonomi nasional diharapkan mampu tumbuh lebih kuat dan inklusif. Ia berharap, pemerintah dapat segera merealisasikan tambahan pasokan gas demi menopang pertumbuhan industri dan menciptakan lapangan kerja baru.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

