Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Prioritaskan Gas untuk Industri Dalam Negeri

Rencana penghentian ekspor gas bumi menjadi bukti komitmen pemerintah memenuhi kebutuhan industri domestik demi percepatan hilirisasi dan pertumbuhan ekonomi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 22x dibuka
Pemerintah Prioritaskan Gas untuk Industri Dalam Negeri📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kini menunjukkan keberpihakan nyata terhadap sektor industri nasional melalui kebijakan penghentian ekspor gas bumi. Langkah ini diambil untuk menjamin pasokan gas yang stabil dan berkelanjutan bagi pelaku industri dalam negeri, terutama yang bergantung pada gas sebagai sumber energi utama. Keputusan ini dinilai sebagai respons strategis terhadap tantangan pasokan gas yang selama ini menghambat produktivitas dan ekspansi produksi di berbagai lini manufaktur.

Dalam pernyataannya, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian menegaskan bahwa ketersediaan gas yang memadai menjadi pilar penting dalam meningkatkan kapasitas produksi, menarik investasi, serta memperkuat daya saing industri nasional. Ia menilai, menghentikan ekspor gas ke negara lain merupakan langkah yang tepat, terlebih saat ini banyak industri dalam negeri mengalami kesulitan mendapatkan pasokan. Dengan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri, pemerintah menunjukkan arah kebijakan yang berpihak pada kepentingan ekonomi dalam negeri.

Kebijakan ini juga mendapat apresiasi dari pelaku industri, termasuk Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI). Edy Suyanto menyatakan bahwa industri keramik, sebagai salah satu penerima Harga Gas Bumi untuk Tujuan Khusus (HGBT), telah lama menanti kepastian pasokan gas dengan harga yang kompetitif. Ia menekankan bahwa kebijakan ini akan menjadi pemicu utama bagi pemulihan operasional pabrik, peningkatan utilisasi, serta kelanjutan rencana ekspansi yang sempat tertunda.

Menurut Edy, keberadaan gas yang terjamin akan menciptakan efek berganda bagi sektor-sektor pendukung seperti konstruksi, properti, transportasi, dan industri bahan baku. Dengan meningkatnya aktivitas produksi, ekonomi nasional diharapkan mampu tumbuh lebih kuat dan inklusif. Ia berharap, pemerintah dapat segera merealisasikan tambahan pasokan gas demi menopang pertumbuhan industri dan menciptakan lapangan kerja baru.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya