Pemerintah Siap Terapkan Bansos Langsung Berbasis Biometrik
Pemerintah akan mengubah skema bantuan sosial dengan memberikan transfer tunai langsung kepada penerima yang diverifikasi melalui sistem biometrik dan teknologi digital mulai awal 2027.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 18.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah berencana merevolusi sistem bantuan sosial dengan mengalihkan fokus dari subsidi produk ke distribusi langsung berupa transfer tunai kepada masyarakat yang memenuhi kriteria. Rencana ini disampaikan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam kesempatan peresmian fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat, pada Kamis (3/9/2026). Ia menegaskan bahwa pendekatan baru ini bertujuan meningkatkan akurasi dan efisiensi penyaluran bantuan kepada kelompok sasaran.
Dalam proses transformasi ini, pemerintah akan mendorong seluruh warga yang berhak untuk mendaftar secara aktif melalui sistem digital. Luhut menekankan pentingnya partisipasi warga dalam registrasi guna memastikan keakuratan data. “Saya minta juga untuk meregister, mendaftar untuk yang pengen dapat bansos,” ujarnya, menekankan bahwa pendaftaran menjadi prasyarat untuk mendapatkan manfaat.
Skema baru ini diharapkan dapat menjangkau puluhan hingga ratusan juta penduduk yang teridentifikasi sebagai penerima bantuan sesuai kriteria. Pemerintah akan melakukan uji coba pada awal tahun depan sebagai langkah awal implementasi. Tujuan utamanya adalah meminimalkan penyaluran yang tidak tepat sasaran dan mempercepat proses distribusi melalui sistem digital yang transparan.
Penggunaan teknologi canggih seperti pengenalan wajah dan data biometrik akan menjadi fondasi utama dalam pendataan nasional. Dengan sistem tersebut, proses verifikasi identitas dapat dilakukan secara otomatis dan akurat, mengurangi ketergantungan pada interaksi manual yang rentan terhadap kebocoran dan penyalahgunaan. Luhut menegaskan bahwa penerapan kecerdasan buatan dan teknologi pemerintahan digital akan menjadi kunci dalam mewujudkan sistem bantuan sosial yang lebih adil dan efisien.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji selama lima tahun ke depan untuk kegiatan sosial, meski gaji tetap diterima sesuai aturan resmi.
8 September 2026

Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Penutupan operasional tujuh bandara di sekitar Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September pukul 23.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.
8 September 2026

90 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Pemerintah Tegaskan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Sebanyak 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia telah mulai menjual biodiesel B50, seiring percepatan program kemandirian energi nasional yang dimulai sejak 2018.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


