Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Siap Terapkan Bansos Langsung Berbasis Biometrik

Pemerintah akan mengubah skema bantuan sosial dengan memberikan transfer tunai langsung kepada penerima yang diverifikasi melalui sistem biometrik dan teknologi digital mulai awal 2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 18.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pemerintah Siap Terapkan Bansos Langsung Berbasis Biometrik
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah berencana merevolusi sistem bantuan sosial dengan mengalihkan fokus dari subsidi produk ke distribusi langsung berupa transfer tunai kepada masyarakat yang memenuhi kriteria. Rencana ini disampaikan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam kesempatan peresmian fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat, pada Kamis (3/9/2026). Ia menegaskan bahwa pendekatan baru ini bertujuan meningkatkan akurasi dan efisiensi penyaluran bantuan kepada kelompok sasaran.

Dalam proses transformasi ini, pemerintah akan mendorong seluruh warga yang berhak untuk mendaftar secara aktif melalui sistem digital. Luhut menekankan pentingnya partisipasi warga dalam registrasi guna memastikan keakuratan data. “Saya minta juga untuk meregister, mendaftar untuk yang pengen dapat bansos,” ujarnya, menekankan bahwa pendaftaran menjadi prasyarat untuk mendapatkan manfaat.

Skema baru ini diharapkan dapat menjangkau puluhan hingga ratusan juta penduduk yang teridentifikasi sebagai penerima bantuan sesuai kriteria. Pemerintah akan melakukan uji coba pada awal tahun depan sebagai langkah awal implementasi. Tujuan utamanya adalah meminimalkan penyaluran yang tidak tepat sasaran dan mempercepat proses distribusi melalui sistem digital yang transparan.

Penggunaan teknologi canggih seperti pengenalan wajah dan data biometrik akan menjadi fondasi utama dalam pendataan nasional. Dengan sistem tersebut, proses verifikasi identitas dapat dilakukan secara otomatis dan akurat, mengurangi ketergantungan pada interaksi manual yang rentan terhadap kebocoran dan penyalahgunaan. Luhut menegaskan bahwa penerapan kecerdasan buatan dan teknologi pemerintahan digital akan menjadi kunci dalam mewujudkan sistem bantuan sosial yang lebih adil dan efisien.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya