Pemerintah Siapkan Dana untuk Tangani Karhutla di Kalimantan
Pemerintah tetap menyiapkan anggaran penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, meski belum mencairkan tambahan karena belum ada pengajuan rinci dari BNPB.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 21.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah tetap memiliki komitmen dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, meskipun beredar informasi yang menyebutkan penolakan alokasi dana. Unggahan yang menyebutkan pemerintah menolak anggaran untuk penanganan bencana tersebut telah terbukti tidak sesuai fakta. Penjelasan resmi dari Kementerian Keuangan menegaskan bahwa anggaran untuk penanggulangan bencana, termasuk karhutla, tetap tersedia dan dapat dicairkan sesuai kebutuhan yang diajukan.
Saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memiliki dana sekitar Rp5 triliun untuk penanganan bencana nasional. Meskipun belum ada penambahan anggaran, hal ini bukan karena penolakan, melainkan karena BNPB belum mengajukan permintaan tambahan secara rinci. Pemerintah menekankan bahwa tidak ada batasan jumlah dana yang dapat diminta, selama pengajuan dilakukan secara wajar dan transparan.
Menteri Keuangan menegaskan bahwa pemerintah tidak membatasi dana yang bisa dikucurkan, tetapi menekankan pentingnya pengajuan yang didukung data dan analisis kebutuhan nyata. Hal ini untuk mencegah praktik mark-up atau manipulasi harga yang dapat merugikan keuangan negara. Pendekatan ini diharapkan memastikan efisiensi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran.
Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dan menyeluruh, melibatkan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Upaya koordinasi ini bertujuan untuk mempercepat pemadaman, mencegah kebakaran meluas, serta memperbaiki sistem mitigasi bencana di masa depan. Dengan ketersediaan dana dan komitmen kerja sama antar lembaga, pemerintah optimistis dapat mengendalikan kebakaran hutan dan lahan secara efektif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya
Pemadaman Listrik Berlanjut di Kendari dan Konawe, Tertunda Hingga Malam Hari
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
ASN Tunggak Pajak Kendaraan Siap Dikenai Sanksi TPP
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Kebiasaan Malam Sederhana Tingkatkan Kesehatan Kulit
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar Terungkap, Saksi Sebut Ada Instruksi Ketik Nama
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Pemkot Kendari Tuntaskan Pembangunan Jembatan Wawo
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Kasus Tambang di Bombana
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Tambang Nikel Kabaena
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA


