Pemerintah Siapkan Insentif Rp3 Juta untuk Motor Listrik Mulai 2026
Pemerintah menyiapkan insentif pembelian motor listrik Rp3 juta per unit, dengan pelaksanaan ditargetkan mulai September 2026, melibatkan dua merek lokal sebagai calon penerima.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah telah menyiapkan mekanisme insentif sebesar Rp3 juta per unit untuk pembelian motor listrik, yang direncanakan mulai berlaku pada September 2026. Anggaran sekitar Rp3 triliun telah disiapkan untuk mendukung program ini, dengan perkiraan dapat menjangkau hingga satu juta unit jika seluruhnya memenuhi syarat. Namun, pelaksanaan belum bisa segera dilakukan karena aturan teknis dan daftar model yang memenuhi kriteria masih dalam proses penyusunan.
Dua merek lokal, Alva dan Gesits, disebut secara eksplisit oleh pejabat pemerintah sebagai calon penerima insentif. Alva diproduksi oleh PT Ilectra Motor Group (IMG), sedangkan Gesits diproduksi oleh PT Gesits Motor Nusantara. Meski disebut dalam pembahasan, belum dapat dipastikan bahwa seluruh model dari kedua merek tersebut otomatis mendapatkan subsidi. Penentuan model yang layak mendapat insentif akan ditentukan melalui regulasi resmi yang belum diterbitkan.
Beberapa model Alva yang berpotensi terkena insentif antara lain Cervo, Cervo X, Cervo Q, N3 Next Gen, dan One XP. Sementara itu, model Gesits yang masuk kategori potensial meliputi G1, GV1 Standard Range, GV1 Long Range, dan Raya. Harga simulasi menunjukkan penurunan signifikan jika insentif diterapkan—misalnya Alva Cervo dari Rp35,75 juta menjadi Rp32,75 juta, atau Gesits GV1 Standard Range dari Rp23,956 juta menjadi Rp20,956 juta. Namun, angka-angka ini hanya proyeksi dan belum menjadi harga resmi.
Pemerintah masih menyusun aturan teknis yang mencakup kriteria kendaraan dan konsumen yang berhak mendapatkan subsidi. Pertimbangan seperti tingkat komponen dalam negeri (TKDN) akan menjadi bagian dari evaluasi, namun detailnya masih dalam tahap finalisasi. Masyarakat diminta tidak langsung mengasumsikan bahwa semua motor listrik lokal otomatis memperoleh potongan.
Program ini bertujuan untuk mendorong adopsi kendaraan listrik roda dua sekaligus memperkuat industri dalam negeri. Dengan kapasitas produksi nasional yang diperkirakan mencapai sekitar 100 ribu unit hingga akhir 2026, pemerintah menyesuaikan target penyaluran insentif agar sejalan dengan realitas industri. Calon pembeli diimbau menunggu pengumuman resmi mengenai daftar model, mekanisme pembelian, dan waktu mulai penerapan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


